Pengerjaan Proyek Revitalisasi Pasar Banyuasri Capai 96 persen

  • Whatsapp
BANGUNAN revitalisasi gedung Pasar Banyuasri, yang berada di Kelurahan Banyuasri. Foto: ist
BANGUNAN revitalisasi gedung Pasar Banyuasri, yang berada di Kelurahan Banyuasri. Foto: ist

BULELENG – Pengerjaan proyek revitalisasi pasar Banyuasri, di Kelurahan Banyuasri, Buleleng, dipastikan selesai pada Desember 2020 sesuai target waktu penyelesaian. Saat ini, progres pengerjaan mega proyek yang menyerap anggaran mencapai ratusan miliar rupiah ini sudah mencapai 96 persen.

Dengan telah mencapai 96 persen pengerjaan, sisa pengerjaan yang masih dalam tahap penuntasan yakni pemasangan instalasi listrik dan penataan taman. Melihat progress ini, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Buleleng optimis, proyek ini selesai di awal Desember 2020.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas PUTR Buleleng, Putu Adiptha, mengatakan, setelah semua pengerjaan rampung maka dilanjutkan dengan pengecekan sebelum proyek ini dinyatakan final selesai dikerjakan. “Kalau selesai di awal Desember, masih ada waktu tiga minggu lagi melakukan evaluasi. Sehingga 28 Desember nanti, bisa proyek tersebut final semua,” kata Adiptha Ekaputra. 

Jika proyek telah selesai dikerjakan, pihak rekanan yakni PT Tunas Jaya Sanur masih punya tanggung jawab melakukan pemeliharaan terhadap gedung bangunan tersebut selama dua tahun ke depan. Jika nantinya ada kerusakan yang tak disengaja, maka pihak rekanan yang akan memperbaiki.

Jika masa pemeliharaan oleh pihak rekanan sudah habis, maka aset pasar Banyuasri diserahkan ke PD Pasar Buleleng atau bantuan pihak ketiga. Dijelaskan Adiptha Ekaputra, Pasar Banyuasri didesain menjadi semi modern. “Fasilitas diberikan lumayan, ada tangga, eskalator, lift barang dan lift pengunjung. Untuk di tempat jualan daging, ada AC jadi baunya tidak keluar,” ungkap Adiptha Ekaputra.

Baca juga :  Diduga Selingkuh, Pegawai Rumah Sakit Digerebek di Kos

Dengan adanya fasilitas yang cukup lumayan, diharapkan para pedagang yang berjualan untuk bisa menjaga kebersihan tempat, berjualan dengan bersih, bebas sampah plastik, dan menerapkan protokol kesehatan. “PD Pasar harus pintar menghitung berapa beban yang dikeluarkan setiap bulan untuk pemeliharaan, apabila asset sudah diserahkan ke PD Pasar,” jelas Adiptha Ekaputra.  

Disisi lain, sebut Adiptha Ekaputra, pihak Kementerian PUPR RI juga saat ini sedang membuat drainase tepat di depan Pasar Banyuasri. “Ini proyeknya beda, tapi terpadu. Jadi air dari pasar, mengalir langsung Tukad Banyumala. Ini keuntungan untuk pasar Banyuasri, sehingga terbebas dari banjir,” pungkas Adiptha Ekaputra.

Untuk diketahui, pasar Banyuasri dibangun tiga lantai, dengan menyerap anggaran mencapai Rp159,5 miliar. Khusus di lantai I disiapkan sebanyak 200 los basah dan 252 los kering. Sementara di lantai II disiapkan 244 los dan 184 unit kios. Sedangkan di lantai III disiapkan 8 unit kios kuliner dan areal parkir. rik

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.