Penanganan Abrasi Pantai Kuta Perlu Komprehensif

  • Whatsapp
SEJUMLAH pekerja sedang merapikan pasir pada akses jalan setapak di Pantai Kuta. Foto: ist
SEJUMLAH pekerja sedang merapikan pasir pada akses jalan setapak di Pantai Kuta. Foto: ist

MANGUPURA – Penanganan abrasi di Pantai Kuta mulai dilakukan Dinas PUPR Kabupaten Badung. Pada Jumat (20/11/2020) sejumlah pekerja terlihat mulai merapikan pasir yang memenuhi jalan setapak di Pantai Kuta. Dari informasi di lapangan, pengerjaan tersebut dilakukan swakelola dan dibayai mengunakan dana hibah pariwisata yang dikelola OPD.

Kendati abarasi tersebut sudah diperhatikan Pemkab Badung, namun ke depan penanganan kondisi abrasi perlu dilakukan secara komprehensif. Hal tersebut demi mencegah agar kejadian tersebut tidak kembali terulang lagi. Untuk itu, Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida juga bisa melakukan kajian.

Bacaan Lainnya

‘’Kami harap penanganan abrasi ini tentu bisa dilakukan secara total. Tidak bisa secara parsial dengan hanya menata pantai saja, tapi juga diperlukan mencegah agar hantaman ombak itu tidak kembali menggerus kondisi bibir pantai,’’ kata tokoh masyarakat Kuta, I Gusti Anom Gumanti.

Ia mendorong BWS melakukan kajian dalam menyikapi kondisi tersebut. Sebab, selaku pihak yang mempunyai kewenangan hal itu, tentu kajian sangat diperlukan dalam upaya melindungi daratan dari gempuran abrasi. Terkait apa metode yang tepat dalam menangani hal itu, tentu diserahkan sepenuhnya kepada Balai

Baca juga :  Dewan Apresiasi Kinerja Pjs. Bupati Badung, Berhasil Pimpin Tata Kelola Pemerintahan

Jika penanganan abrasi itu bisa dilakukan berbarengan dengan rencana penataan Pantai Samigita pada 2021, maka akan sangat bagus. Sehingga ketika Bali kembali dibuka untuk wisatawan internasional, Kuta sudah menunjukan daya tarik baru yang memesona.

‘’Kami harap dengan wajah baru Kuta nantinya, akan menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk semakin banyak berkunjung ke Bali. Jika itu terjadi tentunya akan lebih cepat dalam upaya pemulihan perekonomian kita,” katanya.

Hal senada dikatakan Camat Kuta, Nyoman Rudiarta. Pihaknya berharap penanganan abrasi yang terjadi di Pantai Kuta ke depan bisa dilaksanakan secara tuntas, sehingga menjadi jalan pemecah masalah.  Pihaknya sudah sempat berkoordinasi dengan pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida, belum lama ini.

‘’Katanya nanti tahun 2021 Kuta, Legian, dan Seminyak, akan tersentuh penanganan BWS. Jadi khusus untuk Kuta nanti akan ditata dengan menggunakan revertment, tapi apakah nanti itu jadi atau tidak kita belum tahu perkembangannya. Tapi ini perlu dikawal agar rencana itu bisa terealisasi,’’ katanya. 023

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.