Pemkab Badung Wajib Bantu Karyawan Kena PHK

  • Whatsapp
WAYAN Suyasa. Foto: alit
WAYAN Suyasa. Foto: alit

MANGUPURA – Terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) ribuan karyawan di Badung akibat pandemi Covid-19, wajib diatensi Pemkab Badung. Inilah waktunya Pemkab Badung menunjukkan dan membuktikan adanya keberpihakan kepada masyarakat yang terkena dampak, khususnya secara ekonomi. Pandangan itu dilontarkan Wakil Ketua I DPRD Badung, Wayan Suyasa, Senin (6/4/2020).

Kata dia, Badung selama ini menikmati gelimang dolar dari sektor pariwisata yang didukung penuh oleh para pekerja. Saat ini para pekerja tersebut dalam kondisi sulit akibat godam PHK. Menurutnya ini saat tepat pemerintah menunjukkan kepedulian. “Pemerintah Kabupaten Badung harus sigap, karena selama ini yang memberi kontribusi terbesar terhadap PAD itu sektor pariwisata. Itu atas jerih-payah para pekerja tersebut,” lugasnya.

Bacaan Lainnya

Ketika kondisi pariwisata sedang terpuruk dan berpengaruh terhadap pekerjaan dan penghasilan, Pemkab Badung wajib memiliki empati yang diwujudkan dalam tindakan nyata. Bentuk perhatian bisa berupa uang tunai selama enam bulan. Argumennya, kata Suyasa, PHK membuat para pekerja tidak lagi memiliki penghasilan. Pada saat yang sama mereka harus diam di rumah karena ada imbauan dari pemerintah.

Menurut politisi Partai Golkar itu, Pemkab bisa mengucurkan bantuan senilai Rp 5 juta yang kena PKH tersebut selama enam bulan. Jika jumlah yang kena PHK mencapai 5.000 orang, maka jumlah bantuan tersebut “hanya” Rp 25 miliar per bulan. Untuk enam bulan maka nilainya baru Rp 150 miliar, suatu nilai yang dirasa kecil bagi Badung yang selama ini PAD disumbang banyak dari sektor pariwisata. “Kalau perumpamaan itu terlalu besar, silakan atur sesuai kebutuhan. Yang jelas pemerintah wajib memperhatikan para pekerja yang kena PHK itu,” serunya. 

Baca juga :  Nasdem Badung Ajak Masyarakat Jaga Kamtibmas Jelang Pilkada 2020

Dia melanjutkan, bila asumsi bantuan Rp 5 juta dianggap terlalu besar, Pemkab bisa mengganti dengan bentuk sembako setiap pekan senilai Rp 250 ribu. Dengan begitu dalam sebulan hanya Rp 1 juta. Bantuan sembako juga bagus, karena selama tidak bekerja mereka tetap butuh makan. “Inilah saatnya pembuktian jika pemerintah benar-benar berpihak kepada masyarakat,” tegasnya. lit

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.