Pedagang-Pengunjung Pasar Kidul Bangli Dites Cepat Antigen

  • Whatsapp
SALAH seorang pedagang di Pasar Kidul dites cepat antigen disaksikan Tim Gabungan Operasi Yustisi Prokes Bangli, Jumat (5/2/2021). Foto: ist
SALAH seorang pedagang di Pasar Kidul dites cepat antigen disaksikan Tim Gabungan Operasi Yustisi Prokes Bangli, Jumat (5/2/2021). Foto: ist

BANGLI – Tim gabungan Kabupaten Bangli, Bali melaksanakan Operasi Yustisi Penegakan Protokol Kesehatan (Prokes) Covid-19 dan tes cepat antigen di tempat, Jumat (5/2/2021). Lokasi yang dipilih di depan Puri Denpasar dengan sasaran pedagang maupun pengunjung Pasar Kidul Bangli.

Operasi ini dipimpin Dandim 1626/Bangli, Letkol Inf. Gde Putu  Suwardana; bersama Kapolres Bangli, AKBP IGA Dhana Aryawan; dan didampingi Kadiskes Bangli, I Nengah Nadi; Kepala Dinas Polisi PP dan Pemadam Kebakaran Bangli, Dewa Agung Suryadarma; serta Dishub Bangli.

Bacaan Lainnya

Menurut Dandim, angka positif Corona di Kecamatan Bangli cukup tinggi, terutama OTG yang ada di masyarakat yang belum terdeteksi. Operasi tersebut dilaksanakan dalam upaya mendisiplinkan masyarakat dan pengunjung pasar. Bagi yang melanggar tetap didenda, memakai masker tidak benar dites cepat antigen.

Dewa Agung Suryadarma menambahkan, Pasar Kidul kali pertama dilakukan pengambilan sampel antigen secara acak, lantaran rawan karena ada kerumunan akibat bertemunya pembeli dan penjual. Selain itu, belakangan mencuat kasus peningkatan terbanyak terkonfirmasi Covid-19 di Bangli terdapat di Kelurahan Kawan yang jumlahnya mencapai 29 orang.

Setelah dilakukan pelacakan, Kelurahan Kawan di jantung Kota Bangli dan terdapat Pasar Kidul, RSU Bangli dan sejumlah fasilitas keramaianya lainnya, sehingga disinyalir menjadi penyebab peningkatan kasus tersebut. ‘’Tidak tertutup kemungkinan juga dilakukan di pasar tradisional yang ada di tiga kecamatan,’’ ujarnya.

Baca juga :  Pasien Positif Covid-19 di Denpasar Bertambah 1 Orang

Lebih lanjut disampaikan, yang diambil sampelnya tidak saja para pelanggar prokes, melainkan juga pedagang, pengunjung maupun pengendara motor yang melintas di areal Pasar Kidul. Dalam setiap pelaksanaan operasi tersebut, setidaknya 10 orang diambil secara acak seperti petugas parkir, juga tukang ojek karena mereka bersentuhan langsung dengan banyak orang. ‘’Selain menyasar pasar, di sejumlah objek wisata di Bangli juga akan dilakukan pengambilan sampling acak,’’ sebutnya.

Dari hasil Operasi Yustisi, 10 warga yang melanggar karena salah memakai masker diberi sanksi lisan dan wajib tes antigen di tempat. Kabar baiknya, mereka semua dinyatakan nonreaktif.

I Nengah Nadi menimpali, instansinya menyiapkan maksimal 10 alat tes antigen setiap menjalankan Operasi Yustisi. Tes cepat antigen dilakukan untuk skrining guna mengetahui apakah seseorang terkonfirmasi positif atau negatif Covid-19. ‘’Kalau ditemukan yang positif, diagnosanya masih harus dilanjutkan dengan tes swab PCR,’’ jelasnya.

Hasil tes cepat antigen, kata dia, akurasinya mencapai 90 persen. Sementara tes cepat antibodi akurasinya hanya sekitar 65 persen. Khusus terkait sasaran yang akan dilakukan tes cepat antigen, dia menyerahkan kepada Tim Yustisi. ‘’Kami telah siap melaksanakan tes cepat antigen,’’ pungkasnya. gia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.