PDIP Dinilai Buka Peluang Kades Maju di Pilkada 2024

SEKJEN DPP PDIP, Hasto Kristiyanto; didampingi Ketua DPD PDIP NTB, Rachmat Hidayat, saat menerima Forum Kepala Desa di Pulau Lombok saat kunjungan ke Mataram, beberapa hari lalu. Foto: ist
SEKJEN DPP PDIP, Hasto Kristiyanto; didampingi Ketua DPD PDIP NTB, Rachmat Hidayat, saat menerima Forum Kepala Desa di Pulau Lombok saat kunjungan ke Mataram, beberapa hari lalu. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, MATARAM – Lembaga Kajian Sosial dan Politik NTB, M-16, menilai saatnya para kepala desa (kades) di NTB tampil di Pilkada 2024. Sebagai pemimpin di tingkat paling dasar, kades memiliki pemahaman mendalam tentang kebutuhan dan dinamika masyarakat. Kehadiran mereka di Pilkada 2024 bakal memberi perspektif lebih akurat dan relevan.

“Banyak kepala desa punya cerita besar untuk diceritakan. Pilkada adalah panggungnya, dan Pilkada 2024 adalah waktunya,” ujar Direktur M-16, Bambang Mei Finarwanto, Rabu (6/12/2023).

Bacaan Lainnya

Hasil kajian yang dilakukan, sebutnya, menunjukkan saat ini ada pemahaman lebih mendalam tentang pentingnya kepemimpinan lokal dalam mencapai pembangunan berkelanjutan. Mereka dinilai bisa mengaplikasikan kebijakan yang lebih sesuai dan responsif terhadap tuntutan serta aspirasi masyarakat. “Memimpin desa dengan dinamika yang tinggi adalah ujian kualitas kepemimpinan yang sesungguhnya bagi mereka,” katanya tanpa merinci lebih jauh.

Menurut Bambang, seorang kades getol menjaga kearifan lokal dan identitas kultural di desanya. Sangat penting memelihara warisan budaya dan nilai-nilai lokal dalam konteks pembangunan yang sering kali cenderung mengglobal. Ada juga kades yang intens memperjuangkan akses dan sumber daya lebih besar untuk desanya.

“Seorang kepala desa yang maju di Pilkada, bukan hanya mewakili suara desa, tapi juga menginspirasi perubahan positif di seluruh daerah. Inilah evolusi dan kepemimpinan lokal alamiah yang sesungguhnya,” tegas Bambang.

Baca juga :  Digitalisasi dan Kolaborasi BUMDes, Akselarasi Pembangunan Desa Ditengah Pandemi

Majunya kades ke Pilkada 2024, ulasnya, akan dapat berkontribusi positif terhadap peningkatan partisipasi masyarakat dalam ajang pesta demokrasi. Kandidat dari kades dipercaya akan menjadikan pesta demokrasi lebih berwarna. Masyarakat tidak lagi dihadapkan pada kandidat yang “itu-itu saja”. Kalau tidak politisi, pasti dari kalangan birokrat. Apalagi pemilih muda bakal mendominasi dengan jumlah 2,1 juta di NTB, atau 54 persen jumlah pemilih.

Untuk bisa maju Pilkada, salah satu pintu adalah melalui partai politik selain jalur perseorangan. Berdasarkan kajian M-16, PDIP menjadi partai politik di NTB yang membuka jalan dan peluang besar bagi kades tampil di Pilkada. Rekam jejak hubungan baik antara para kades di NTB dengan PDIP terjalin cukup lama. Dalam Rakernas PDIP tahun 2023, digagas langkah bagaimana agar desa kuat, Indonesia maju dan berdaulat.

Ketua DPD PDIP NTB, Rachmat Hidayat, juga diangkat sebagai duta para kades di NTB. Tugasnya memastikan suara para kades didengar, dan kepentingan masyarakat desa terwakili di tingkat pusat. Karena itu, Bambang melihat terbangun hubungan sangat erat dan dekat antara masyarakat desa, para kades, dengan PDIP.

Kades di NTB, sambungnya, tidak pernah sungkan menghubungi Rachmat Hidayat untuk minta bantuan jika ada permasalahan yang sedang dihadapi warganya. Misalnya minta bantuan kursi roda untuk masyarakat penyandang difabel, atau pembangunan ruang kelas pesantren. Antara PDIP dan para kades tersebut, imbuhnya, menunjukkan ada simbiosis mutualisme.

Baca juga :  Rebut Juara II Nasional, Bupati Dana Apresiasi Prestasi Tim Senam Kreasi Karangasem

”Hubungan erat antara PDIP dan kepala desa ini rupanya bukan hanya tentang kekuasaan belaka. Lebih dari itu, ini hubungan tentang pelayanan kemanusiaan dan keberlanjutan,” pungkasnya. rul

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.