‘’Ngembak Geni’’, Mahayastra Imbau Warga Tak Keluar Rumah, Akses Jalan Menuju Gianyar Ditutup

BUPATI Gianyar, Made Mahayastra (tengah baju putih) usai rapat dengan Forkompinda, PHDI dan Majelis Desa Adat Kabupaten Gianyar. Foto: istimewa
BUPATI Gianyar, Made Mahayastra (tengah baju putih) usai rapat dengan Forkompinda, PHDI dan Majelis Desa Adat Kabupaten Gianyar. Foto: istimewa

GIANYAR – Menindaklanjuti instruksi Gubernur Bali pada Selasa (23/3/2020) tentang imbauan kepada masyarakat di Bali untuk tidak keluar rumah sehari setelah perayaan Nyepi atau Kamis (26/3/2020), Bupati Gianyar Made Mahayastra bersama PHDI, MDAP dan OPD terkait, Selasa (24/3/2020) melakukan rapat koordinasi dan mengeluarkan instruksi Bupati Gianyar.

Seluruh warga Gianyar diimbau tidak bepergian keluar rumah saat Ngembak Geni kecuali tenaga medis, TNI-Polri dan ASN yang bertugas, aparat desa/adat dan hal lain yang bersifat emergency. Seluruh warga diharapkan tidak panik dan melakukan tindakan stok bahan makanan maupun lainnya. Kegiatan akan normal pada hari Jumat (27/3/2020).

Bacaan Lainnya

Dalam surat edaran yang dikeluarkan Pemkab Gianyar, Selasa (24/3/2020), masyarakat pada saat Ngembak Geni atau sehari setelah perayaan hari raya Nyepi tahun saka 1942 ini, Kamis (26/3/2020) diimbau untuk tidak keluar rumah atau beraktivitas. Bahkan seluruh akses jalan raya akan ditutup sementara, terutama di perbatasan Kabupaten Gianyar. 

Masyarakat di Kabupaten Gianyar diimbau untuk tidak berlalu lalang di jalan raya dimana akan dijaga oleh aparat kepolisian, dinas perhubungan, serta pecalang desa adat. Bila melanggar, maka akan diberikan teguran oleh aparat yang bertugas.

Kadis Perhubungan Kabupaten Gianyar, I Wayan Suamba mengatakan, bahwa penutupan akses jalan ini akan dilakukan total di 20 titik perbatasan. ‘’Kami akan menutup total 20 titik perbatasan Kabupaten Gianyar dengan Kabupaten lain pada tanggal 26 Maret 2020,’’ ujarnya.

Baca juga :  Grab Jadi Mitra Resmi Transportasi Listrik di G20 MCWE Bali

Dikatakannya, bahwa penutupan akses keluar masuk Kabupaten Gianyar akan melibatkan pihak dari kepolisian, Satpol PP, Dishub, serta para pecalang. ‘’Semua akses keluar masuk Kabupaten Gianyar akan kami tutup, serta akan dijaga dengan melibatkan unsur kepolisian, Satpol PP, Dishub, serta pecalang,’’ ungkapnya.

Dari Dinas Perhubungan Kabupaten Gianyar sendiri akan menerjunkan sebanyak 122 anggota. ‘’Kami menerjunkan 122 anggota di lapangan untuk Kamis mendatang,” jelasnya.

Sedangkan Bupati Gianyar, I Made Mahayastra, menjelaskan bahwa masyarakat diimbau untuk tidak keluar dari rumah pada 26 Maret 2020 nanti. ‘’Terkait imbauan dari Gubernur Bali terkait dengan tanggal 26 Maret 2020 kita tetap berada di rumah, saya dalam hal teknis mengembangkan daripada imbauan Gubernur Bali. Saya sampaikan kepada masyarakat untuk tetap berada di rumah karena perbatasan banjar, perbatasan desa, perbatasan kecamatan, serta perbatasan Kabupaten Gianyar baik dengan Bangli, dengan Klungkung, dengan Denpasar, serta dengan Tabanan akan saya tutup,’’ ujarnya.

Mahayastra mengatakan bahwa momen ini sebaiknya dimanfaatkan masyarakat untuk bercengkrama dengan keluarga. ‘’Persiapkan diri untuk berada dirumah selama tiga hari dan kesempatan bagi masyarakat bercengkrama bersama sanak saudara sehingga dengan hal ini kita telah melakukan hal yang besar yaituh bersama mencegah daripada perkembangan Covid-19,” ujarnya. 011

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.