Mutasi 12 Kasek untuk Penyegaran di Lingkungan Pendidik

  • Whatsapp
IKN Boy Jayawibawa. Foto: Istimewa
IKN Boy Jayawibawa. Foto: Istimewa

DENPASAR – Sebanyak 12 orang kepala sekolah (kasek) SMA/SMK/SLB dimutasi per 24 Februari 2020. Mutasi itu, tertuang dalam Keputusan Gubernur Bali tanggal 24 Pebruari 2020, Nomor 218/04-C/HK/2020 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Kepala SMA/SMK/SLB di Lingkungan Pemerintah Provinsi BALI.

Kadis Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Provinsi Bali, Ketut Ngurah Boy Jayawibawa mengatakan, mutasi dilakukan sebagai penyegaran di lingkungan pendidikan. Beberapa diantara kepala sekolah yang terkena mutasi, ada yang menjadi guru biasa di sekolah yang berbeda. “Untuk penyegaran perlu dilakukan mutasi. Memang ada sejumlah kepala sekolah setelah dimutasi menjadi guru biasa,” kata Boy di kantor Disdikpora Provinsi Bali, Senin (2/3/2020).

Bacaan Lainnya

Turunnya pangkat itu, dikatakan Kadisdikpora, tidak ada indikasi tertentu. Hal itu, menurutnya, semata-mata diperlukan untuk sumbang pikiran untuk memajukan sekolah. “Apalagi langsung berhadapan dengan siswa, kan bisa tahu langsung persoalannya. Sumbang pikiran itulah diperlukan untuk memajukan sekolah,” tambahnya demikian.

Seperti diberitakan sebelumnya, Gubernur Koster saat dikonfirmasi terkait kebijakan itu mengatakan bahwa mutasi adalah hal biasa. “Mutasi itu hal biasa. Untuk perubahan manajemen supaya optimum,” singkatnya

Sedangkan Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Bali Wayan Suwirya meyakini kebijakan Gubernur di tengah kroditnya agenda sekolah, yakni Ujian Sekolah, UNBK, hingga PPDB, sudah memiliki pertimbangan yang sangat matang. Kendatipun demikian, pihaknya berharap agar Gubernur asal Sembiran ini membuka ke publik terkait kebijakannya itu.

Baca juga :  Cuti Bersama, MPP Sewaka Dharma Tutup Tiga Hari

“Pergantian kepala sekolah itu memang kewenangan kepala daerah. Akan tetapi perlu dibuka ke publik sehingga tidak ada penafsiran berbeda, dan masyarakat bisa berperan aktif khususnya terhadap pengawasan kebijakan pihak sekolah. Jadi jika ada yang dianggap tidak sesuai, bisa langsung menyampaikan ke Dinas terkait,” ungkapnya.

Adapun kepala sekolah yang dimutasi, yakni Kepala SMAN 1 Mengwi dijabat I Dewa Ketut Artadiana dari guru di SMAN 1 Abiansemal, SMAN 2 Mengwi dipercayakan kepada Ni Luh Made Ratna Agustini yang sebelumnya menjabat sebagai kepala SMAN 1 Megwi, Kepala SMAN 1 Kuta Utara dijabat I Gusti Nyoman Naranata yang sebelumnya merupakan guru di sekolah ini, dan Kepala SMAN 2 Kuta dipercayakan kepada Made Murdia yang sebelumnya menjabat Kepala SMAN 1 Kuta Utara.

Di Gianyar, Kepala SMAN 1 Sukawati dijabat I Wayan Widia guru SMAN 1 Tampaksiring, sedangkan Kepala SMKN 1 Telalang dijabat I Wayan Semadi yang merupakan kepala SMKN 2 Tegalalang, dan sebaliknya kepala SMKN 2 Tegalalang dijabat I Wayan Oka Swabudanta dari SMKN 1 Tegalalang.

Untuk Kepala SMAN 4 Denpasar dijabat I Made Sudana yang merupakan guru dari sekolah ini, sedangkan kepala sekolah yang lama Ketut Kerta dimutasi menjadi guru biasa di SMAN 2 Abiansemal. Kepala SLB Negeri 3 Denpasar dijabat Komang Sri Mariati dari guru SLB Negeri 1 Badung.

Kepala SMKN 1 Singaraja dijabat I Wayan Gunastra dari kepala SMKN 1 Tejakula, Kepala SMAN 2 Bangli dijabat I Gede Kariwan dari guru sekolah ini, dan kepala SMKN 3 Tabanan dijabat Dewa Made Wardika Yusana yang merupakan guru dari Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali. 019

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.