Merasa Diperlakukan Tak Adil, Kadek Diana Melawan

  • Whatsapp
Kadek Diana. Foto: gus hendra
Kadek Diana. Foto: gus hendra

DENPASAR – Kadek Diana melawan. Mengaku tidak ada proses klarifikasi dari partai atas dugaan perselingkuhan yang dituduhkan, dia menuding keputusan DPD PDIP Bali itu tak adil baginya. Dia pun terkejut mendapat kabar partai menjatuhkan sanksi kepadanya. “Ada tuduhan selingkuh, dari mana orang bisa menuduh selingkuh? Dari mana partai yang rapat tadi pagi bisa menuduh saya selingkuh?” serunya saat dimintai tanggapan atas pencopotannya sebagai Ketua Komisi 3 DPRD Bali, Minggu (15/3/2020).  

Lebih jauh diuraikan, saat Dwi digerebek suami, Diana tidak ada di lokasi yang sama. Karena itu dia bertanya apakah hanya karena dia memesan kamar maka berarti dia selingkuh? Diana menyindir betapa mudahnya menuduh orang selingkuh. Nanti ada kader laki dan perempuan makan bersama dibilang selingkuh. “Selingkuh itu kan harus ada pembuktian, ada hubungan layaknya suami istri yang bisa dibuktikan. Saya nggak ada di sana melakukan hubungan badan sesuai pasal perselingkuhan,” sergahnya.

Bacaan Lainnya

Diana mempersoalkan tidak adanya pemanggilan dan tidak dimintai klarifikasi, tapi langsung ada vonis. Selaku kader partai dia mendaku menjunjung asas hukum. Diana menggarisbawahi sanksi itu bentuk kesewenang-wenangan dan ketidakadilan untuknya. Sejauh dia tahu kader dipecat itu ada dipanggil, dimintai klarifikasi untuk hak jawab dan  pembelaan diri. Dia bahkan sekadar dihubungi saja tidak ada, dan itu membuatnya syok karena banyak teman yang mengabarkan pemecatan itu. “Terhitung Senin tanggal 16 (Maret) saya tak boleh ngantor lagi, tidak boleh mengatasnamakan partai dan sebagainya,” sesalnya.

Baca juga :  Suksesi Ketua DPRD Bangli Siap Diparipurnakan

Tak terima seperti dizalimi, Diana mengaku sementara akan menjalankan keputusan partai. Hanya, dia tetap berusaha mengklarifikasi partai agar persoalannya jelas. Berbeda ceritanya jika tertangkap berduaan di kamar hotel itu bersama Dwi, dia langsung mengundurkan diri karena mengklaim sangat menjunjung nilai sportivitas. “Saya orangnya ksatria, konsekuen saya, bertanggung jawab terhadap perbuatan saya. Saya kalau ada di sana saat suaminya ke sana, saya tidak perlu dipecat, saya mengundurkan diri,” tegas Diana.

Menurut versinya, Jumat (13/3/2020) sekira pukul 16.30, dia diminta bantuan oleh Dwi untuk memesan kamar hotel. Saat itu, kata dia, KDY sedang sibuk menghadiri undangan di masyarakat. Setelah mencarikan kamar hotel di kawasan Renon, Diana mengabari Dwi bahwa kunci kamar hotel dititip di resepsionis hotel. Sejak itu dia tak pernah balik lagi ke hotel. “Ya saya sebagai teman ya bantulah. Kenapa ke saya, ya teman, sama-sama anggota (DPRD Bali), satu fraksi lagi,” tandasnya. 010

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.