Mengenang Brigjen TNI (Purn) I Dewa Gede Oka, “Sang Jenderal Merakyat”

UNDANGAN peluncuran buku biografi Brigjen TNI (Purn) I Dewa Gede Oka, “Sang Jenderal Merakyat”. Sempat tersendat karena masalah dana, berkat gotong royong kader Golkar yang diinisiasi Sugawa Korry, buku tersebut bisa selesai dicetak dan diedarkan. Foto: IST
UNDANGAN peluncuran buku biografi Brigjen TNI (Purn) I Dewa Gede Oka, “Sang Jenderal Merakyat”. Sempat tersendat karena masalah dana, berkat gotong royong kader Golkar yang diinisiasi Sugawa Korry, buku tersebut bisa selesai dicetak dan diedarkan. Foto: IST

LANGIT disesaki mega yang menggelayut di angkasa pada tanggal 27 November 2023, seakan pesan alam akan ada kabar yang membuat kalbu berubah mendung. Tak dinyana, berita mengejutkan sampai ke kami bahwa Brigjen TNI (Purn) I Dewa Gede Oka ternyata berpulang. Sosok jenderal merakyat itu dipanggil Hyang Kuasa, setelah menunaikan amanah di berbagai penugasan. Di antaranya Bupati Badung dua periode, Wakil Gubernur Bali dan Ketua DPD Golkar Provinsi Bali 1988-1993.

Sependek pengetahuan penulis, almarhum dikenal figur teguh pendirian, disiplin, setia kawan dan tidak berjarak dengan rakyat. Banyak hal dilakukan untuk Bali, di antaranya ada tiga kisah yang jadi kenangan, yang layak penulis tuturkan di antara begitu banyak dan panjang perjalanan almarhum yang ditulis dalam buku biografinya.

Bacaan Lainnya

Kilas balik ke 32 tahun lalu, medio 1991, ini masa penggodokan calon legislatif (caleg) dalam rangka Pemilu 1992. Di internal Golkar, keputusan akhir calon tetap ditentukan tiga jalur yakni jalur B (Birokrasi) oleh Gubernur Prof. IB  Oka), jalur G  (Golkar) oleh I Dewa Gede Oka, dan jalur A (ABRI) oleh Pangdam/Danrem. Di antara sulit dan rumitnya pembahasan caleg dengan berbagai argumentasi serta dan kepentingan, ternyata penulis yang waktu itu berusia 34 tahun, diloloskan dalam Daftar Calon Tetap mewakili generasi muda/KNPI dan gerakan koperasi. Restu dan dukungan tiga jalur, salah satunya satunya jalur G dengan almarhum sebagai pucuk pimpinan bersama jalur B dan A, membukakan jalan merintis karir di dunia politik.

Baca juga :  Jadwal Pemilu 28 Februari 2024 Belum Final

Menjelang Hari Puputan Badung pada 20 September 2022, almarhum menugaskan wartawan bernama Syam untuk membantu menulis buku biografi dengan judul “I Dewa Gede Oka – Sang Jenderal Merakyat”. Rencananya buku itu diluncurkan pada Hari Puputan Badung tanggal 20 September 2022. Ternyata ketika draf buku siap cetak, almarhum kekurangan dana. Hal itu penulis ketahui ketika (alm) AA Rai Wiranatha dan Pak Syam menemui penulis, menuturkan masalah yang dihadapi: waktu cetak sudah mepet, tapi anggaran belum mencukupi.

Tanpa berpikir panjang, penulis langsung bergerak membereskan masalah itu. Alasannya sederhana, almarhum sebagai tokoh senior di Golkar pasti masih sangat dihormati para kader Golkar. Benar saja, ketika penulis imbau untuk bergotong royong secara spontanitas, para kader membantu seluruh biaya cetak dan biaya peluncuran buku dimaksud.

Saat kami memberitahukan semua sudah siap, dan peluncuran buku dilaksanakan di wantilan Golkar Bali, almarhum tidak langsung menyatakan setuju. Beliau akan mengecek dulu kondisi wantilan. Kantor Golkar Bali dan wantilan adalah karya almarhum saat menjabat Ketua Golkar Bali. Karena setahunya kondisi gedung dan wantilan dulu rusak, ternyata malam-malam almarhum mengecek kondisi gedung dan wantilan. Besoknya almarhum menyatakan setuju, karena kondisi gedung dan wantilan dalam keadaan baik.

Peluncuran buku dilaksanakan pada 27 September 2022 dengan baik. Sesuai rencana, para teman dekat dan keluarga hadir, begitu juga para kader perwakilan dari seluruh Bali. Pak Syam mempresentasikan buku dengan sangat baik. Dalam sambutannya, almarhum menangis haru, karena meski sudah di masa senja, para sahabat dan kader masih ingat serta menghormati. Salah satu karya yakni gedung dan wantilan Golkar juga tertata serta terawat dengan baik.

Baca juga :  Semua Komisioner KPU Siap Bertugas, Staf Reaktif Diisolasi

Begitu panjang jejak pengabdian almarhum, tentu dengan berbagai lika-liku kehidupan. Namun, sang kala jua sebagai pembatasnya, dan akhirnya Hyang Kuasa memanggil ke haribaan-Nya.

Tanggal 1 Desember 2023 lalu, almarhum diupacarakan sesuai pesan kepada keluarga, yakni secara sederhana sebagaimana dresta (tradisi) desa adat di Bangli. Kami bersama jajaran kader sangat bersyukur, berkesempatan memberi penghormatan terakhir dengan jajar kehormatan Satgas AMPG. Penghormatan khidmat dari kader kepada seniornya. Selamat jalan Jenderal yang Merakyat, engkau tetap abadi di hati kami. Dr I Nyoman Sugawa Korry

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.