Made Urip Sebarkan Pemahaman 4 Pilar Kebangsaan, Perkuat Perekat Kehidupan Bernegara di Desa Tegaljadi

  • Whatsapp
ANGGOTA MPR RI, I Made Urip, saat sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Desa Tegaljadi, Marga, Tabanan, Jumat (19/2/2021). Foto: ist
ANGGOTA MPR RI, I Made Urip, saat sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Desa Tegaljadi, Marga, Tabanan, Jumat (19/2/2021). Foto: ist

TABANAN – Anggota MPR RI, I Made Urip, kembali menyebarkan pemahaman 4 Pilar Kebangsaan dengan penerapan protokol kesehatan (prokes), yang kali ini dipusatkan di Desa Tegaljadi, Marga, Tabanan, Jumat (19/2/2021). Urip didampingi anggota Fraksi PDIP DPRD Tabanan, I Putu Eka Putra Nurcahyadi; Bendesa Adat Adeng, Tegaljadi dan Pengembungan, serta pengurus dan perwakilan ST (sekaa teruna) se-Desa Tegaljadi. Sosialisasi kembali menghadirkan dua narasumber, I Wayan Gunadi dan I Nyoman Kartika, dua kader senior PDIP di Tabanan.

Nurcahyadi, yang juga Ketua PAC PDIP Marga, minta masyarakat terutama generasi muda di Tegaljadi jangan sampai terkecoh isu radikalisme yang terjadi saat ini. Karena itu penting pemahaman 4 Pilar Kebangsaan yang terus digalakan Urip, tokoh senior PDIP asal Desa Tua, Marga, Tabanan tersebut. Dia mencontohkan di medsos ada orang saling menjelekkan soal infrastruktur jalan rusak di Tabanan.

Bacaan Lainnya

“Padahal kita harus bersatu untuk membangun Tabanan. Karena itu, mari kita pahami dan kawal 4 Pilar Kebangsaan ini,” ajaknya.

Selaku anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDIP, Urip mengucapkan terima kasih atas kehadiran masyarakat yang meluangkan waktu mengikuti sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan. Kata dia, tema itu menjadi komitmen bangsa sewaktu mantan Ketua MPR RI, Taufik Kiemas (alm) merasa prihatin dan tergugah akibat adanya gejolak yang mengganggu kondisi negara. “Kita kembali ingatkan nilai-nilai kebangsaan, yakni Pancasila sebagai ideologi negara, UUD 1945 sebagai dasar negara, NKRI sebagai bentuk negara, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara. Ini harus dipahami, terutama generasi muda,” pesannya.

Baca juga :  Ini 22 Pemain Timnas U-16 Indonesia yang Diboyong ke UEA untuk Dua Laga Uji Coba

Menurutnya, Bung Karno sebagai Bapak Pendiri Bangsa menggali Pancasila dari Indonesia dan diterima baik oleh seluruh rakyat. Pancasila adalah lima butir mutiara yang dipersembahkan kepada bangsa dan negara. Tugas generasi sekarang adalah mengimplementasikan 4 Pilar Kebangsaan ini di tengah masyarakat. Urip menambahkan, Presiden Joko Widodo menetapkan 1 Juni menjadi Hari Lahir Pancasila dan sebagai hari libur nasional.

“Agar tidak terpecah, dilakukan pembangunan infrastruktur di berbagai daerah, terutama di perbatasan negara. Seperti jalan yang dibangun mulus di Papua atau Sumatera yang bisa menghubungkan satu pulau dengan yang lain, sehingga menjadi perekat bangsa,” urai anggota Badan Kerjasama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI ini.

Lebih jauh diuraikan, Presiden Jokowi berusaha menjaga 4 Pilar Kebangsaan melalui konsep pembangunan yang ada dengan biaya APBN. Karena itu pembangunan dimulai dari pinggiran desa. Sebab, jika desa kuat, maka negara pun akan kuat.

Karena itu, serunya, inilah pentingnya sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan agar tidak ada satu pun tiang yang digoyang, dan semua tiangnya harus kuat. “Kita tidak ingin ada lagi tuntutan Aceh Merdeka atau Papua Merdeka, sehingga empat perekat bangsa ini harus kita jaga betul. Ini tugas kita yang harus dijaga sebagai warisan para pendiri bangsa, agar negara kita tidak hancur seperti negara lain,” pungkasnya. nan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.