Libur Idul Adha, Kunjungan Wisatawan ke Penglipuran Landai

TIDAK seperti tahun lalu, pada liburan Hari Raya Idul Adha tahun ini kunjungan wisatawan ke Desa Wisata Penglipuran, Kelurahan Penglipuran, Kecamatan Bangli tidak terdapat peningkatan signifikan. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, BANGLI – Tidak seperti tahun lalu, pada liburan Hari Raya Idul Adha tahun ini kunjungan wisatawan ke Desa Wisata Penglipuran, Kelurahan Penglipuran, Kecamatan Bangli tidak terdapat peningkatan signifikan. Relatif sama dengan kunjungan hari biasa.

“Kunjungan wisatawan saat liburan Idul Adha tahun ini masih landai, tidak ada kenaikan yang begitu besar,” kata Manajer Operasional Desa Wisata Penglipuran, I Ketut Nuriada, Rabu (19/6/2024).

Bacaan Lainnya

Dia memaparkan, kunjungan wisatawan ke Penglipuran dari tanggal 1 hingga 18 Juni masih datar. Rerata kunjungan antara 2.700 hingga 3.000 orang. Dari jumlah itu, kunjungan masih didominasi wisatawan domestik, sementara turis asing hanya 400 orang per hari.

“Mungkin karena liburan Idul Adha bersamaan dengan pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB), sehingga kunjungan ke Penglipuran tidak naik. Di samping itu, untuk liburan (wisatawan) telah banyak berkunjung sebelumnya,” ucap Nuriada.

Berkaca pengalaman tahun sebelumnya, ulasnya, untuk kunjungan liburan sekolah akan terjadi pada Juli nanti. Sesuai data tahun lalu, kunjungan bisa mencapai 4.000 orang sehari. Dia mendaku optimis kunjungan tahun ini bisa sama dengan tahun lalu, dan juga berharap bisa melampaui capaian tahun lalu.

Baca juga :  Bandara Ngurah Rai Sambut Kedatangan 2 Maskapai Baru, Bukti Bali Merupakan Rute Tujuan Internasional

Untuk kunjungan domestik, dia menyebut masih didominasi pelancong dari Pulau Jawa seperti Jawa Timur, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah. “Untuk kunjungan luar Jawa juga mulai ada kenaikan, seperti dari Kalimantan dan Sulawesi,” sambungnya.

Perbandingan kunjungan wisatawan domestik dengan mancanegara, ungkapnya, 80 persen domestik. Situasi ini dinilai berkat dukungan media sosial yang mengabadikan momen mereka saat berada di Penglipuran.

Soal masih minimnya pelancong mancanegara, dia menduga dulu mereka lebih leluasa untuk menikmati suasana objek. “Sejak padatnya kunjungan, wisman jadi sedikit. Mungkin karena ramainya mereka jadi kurang santai, tapi kami tetap bersyukur warga Desa Adat Penglipuran bisa menikmati berkah,” pungkasnya. gia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.