Laju Mulus Paket Massker di Karangasem

  • Whatsapp
MAS Sumatri saat hadir dalam deklarasi Golkar dan Nasdem di salah satu hotel di Denpasar, Kamis (4/6/2020). Foto: gus hendra
MAS Sumatri saat hadir dalam deklarasi Golkar dan Nasdem di salah satu hotel di Denpasar, Kamis (4/6/2020). Foto: gus hendra

DENPASAR – Laju pasangan IGA Mas Sumatri-Made Sukerana sebagai calon Bupati-Wakil Bupati Karangasem mengarungi Pilkada 2020 terlihat mulus-mulus saja. Bermodal koalisi besar tujuh parpol, pasangan yang diberi nama paket Massker ini sulit dihadang kemenangannya oleh PDIP sebagai penantang. “Sejauh ini kami belum menemukan hambatan yang berarti,” kata IGP Artha sebagai konsultan politik, Minggu (7/6/2020).

Menurut Artha, ada sejumlah alasan mengapa sejauh ini paket Massker sangat optimis menjinakkan siapapun yang akan menjadi lawannya. Faktor utama yakni Mas Sumatri sebagai petahana, yang berarti publik Karangasem sudah mengenal sosoknya. Kekuatan pengusung dari koalisi tujuh parpol juga bernilai signifikan dalam mendongkrak potensi kemenangan. Tak bisa dikecilkan artinya yakni perimbangan wilayah calon Bupati dan calon Wakil Bupati.

Baca juga :  Tekan Penularan Covid-19, Desa Dangin Puri Kauh Sidak Duktang di Banjar Belaluan

“Peta kekuatan ada 33 kursi (dari 45 kursi) di DPRD Karangasem. Secara khusus faktor (dukungan) Golkar dan kecukupan logistik,” tutur mantan anggota KPU RI tersebut.

Kekhususan Golkar dalam menentukan kemenangan, sebutnya, karena Golkar memiliki 11 kursi di parlemen. Sejak awal kontestasi akan dilangsungkan, ulasnya, bandul kekuatan Pilkada Karangasem sangat ditentukan ke mana Golkar berkoalisi. Sebagai partai pemegang kursi terbesar kedua di Karangasem setelah PDIP, jelas posisi Golkar begitu menggiurkan sebagai kartu As bagi siapapun yang ingin menang.

Berdasarkan data di KPU Karangasem, komposisi kursi di DPRD Karangasem yakni PDIP sebagai juara dengan 12 kursi, Golkar di posisi kedua dengan 11 kursi, Nasdem di posisi ketiga dengan sembilan kursi, Gerindra lima kursi, Hanura tiga kursi, Demokrat dan Perindo sama-sama dua kursi, dan PKS satu kursi. Dari data tersebut, maka PDIP benar-benar sendirian menghadapi keroyokan semua parpol pemilik suara di parlemen.

Baca juga :  RS Mangusada Sempat Rawat Warga Jepang Terindikasi Corona

Sebelumnya, saat deklarasi koalisi Golkar dan Nasdem untuk tingkat Provinsi Bali di salah satu hotel di Denpasar, Kamis (4/6) lalu, Ketua DPD Partai Golkar Bali, Nyoman Sugawa Korry, memuji Mas Sumatri yang hadir saat deklarasi. Dia menyebut masker (penyebutan paket Massker) sangat dibutuhkan untuk melindungi masyarakat dan menyambut Pilkada Karangasem. “Kalau Bu Mas, apa lagi yang perlu diragukan?” pujinya.

Mas Sumatri saat dimintai tanggapan atas besarnya peluang dia menang dan melanjutkan pemerintahan, berkata keyakinan itu hadir karena sejumlah partai dengan profesionalisme tak diragukan sudah bergabung. Soal strategi memikat masyarakat di tengah kondisi pandemi Covid-19 ini, dia tampak berhat-hati menajwab. Kata dia, yang dilakukan yakni tidak mengubah kepercayaan yang diberikan masyarakat sebelumnya.

Baca juga :  Banjar Ujung Kesiman Jadi Percontohan PKM Preventif Skala Lingkungan di Denpasar

“Kedua, mempertahankan keyakinan masyarakat untuk bisa mereka tenang. Untuk bisa melanjutkan keyakinan mereka bahwa mereka bisa dibantu, bisa merasakan apa saja yang dihararap dari keyakinan mereka,” cetusnya. Bahwa PDIP se-Bali siap turun gunung untuk habis-habisan bertempur di Karangasem, Mas Sumatri tidak ambil pusing. Menurutnya soal strategi itu urusan masing-masing partai. Satu hal pasti, dia sudah memiliki sejumlah agenda untuk dilanjutkan pada pemerintah periode kedua. Antara lain menyelesaikan pembangunan dermaga cruise (kapal pesiar). hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.