Lagi, PDIP Mataram Penghijauan di DAS Kali Jangkuk

  • Whatsapp
PARA fungsionaris DPC PDIP Kota Mataram menanam pohon di daerah aliran sungai Kali Jangkuk di Monjok, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram, Selasa (23/2/2021). Foto: rul
PARA fungsionaris DPC PDIP Kota Mataram menanam pohon di daerah aliran sungai Kali Jangkuk di Monjok, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram, Selasa (23/2/2021). Foto: rul

MATARAM – Memperingati HUT ke-48 Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), DPC PDIP Kota Mataram kembali melakukan penghijauan. Kali ini 50 bibit pohon ditanam di daerah aliran sungai (DAS) Kali Jangkuk di Monjok, Kecamatan Selaparang, Selasa (23/2/2021).

Ketua DPC PDIP Kota Mataram, Made Slamet, penghijauan ini selaras dengan tema peringatan HUT ke-48 partainya yakni mewujudkan gerakan penghijauan secara serentak. Anggota DPRD NTB itu berujar, semula kegiatan tersebut direncanakan pada Senin (22/2/2021). Namun, lantaran hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Mataram dan hampir seluruh wilayah Pulau Lombok selama seharian, penghijauan ditunda pada Selasa (23/2/2021).

Bacaan Lainnya

“Puluhan pohon yang kami tanam jenisnya masih sama dengan kegiatan penanaman sebelumnya, yakni juet, ketapang kencana, dan nangka,” kata Made melalui pesan tertulis, Rabu (24/2/2021).

Dipilihnya kawasan DAS Kali Jangkuk, terangnya, sebagai upaya memberi pesan kepada warga Kota Mataram bahwa harus tetap dilakukan langkah nyata menjaga sumber mata air dengan melakukan penghijauan di sekitar sumber mata air. Pesan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, kata Made, “Gerakan Mencintai Bumi” yang menjadi tema besar HUT PDIP kali ini, wajib diwujudkan melalui gerakan hidup bersih, merawat lingkungan agar asri, dan gerakan menanam.

Baca juga :  Gerinda - Hanura Serahkan Dukungan ke Jaya-Wibawa, Laksanakan Persembahyangan di Pura Jagatnatha

“Makanya di Mataram kami fokus menggugah kesadaran masyarakat pentingnya menjaga dan merawat DAS Kali Jangkuk dari hulu hingga hilirnya. Terlebih Kali Jangkuk adalah salah satu sumber air baku kehidupan warga Kota Mataram yang wajib dijaga kelestariannya,” tegas Made.

Usia 48 tahun, sambungnya, jelas merupakan usia matang yang ditunjukkan oleh sebuah organisasi politik dalam eksistensinya memenuhi tuntutan zaman pascareformasi. Dia berjanji PDIP di Mataram akan terus hadir membela kepentingan rakyat yang tertindas. “Dan, akan eksis mengawal kebijakan Pemkot Mataram sebagai mitra kritis pemerintahan,” serunya menandaskan. rul

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.