Komisi II DPRD Klungkung Soroti Banyak Paving Lepas di Penataan Tebing Tusan

  • Whatsapp
KOMISI II DPRD Klungkung meninjau proyek penataan tebing Tusan di Desa Tusan, Kecamatan Banjarangkan, pada Senin (4/1/2021). Foto: ist
KOMISI II DPRD Klungkung meninjau proyek penataan tebing Tusan di Desa Tusan, Kecamatan Banjarangkan, pada Senin (4/1/2021). Foto: ist

KLUNGKUNG – Penataan Tebing Tusan di Desa Tusan, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung mendapat sorotan tajam Komisi II DPRD Klungkung, Senin (4/1/2021). Komisi II dipimpin I Wayan Misna melakukan observasi lapangan terhadap proyek yang rampung pada tahun 2020 itu.

Komisi II tidak puas dengan hasil proyek yang menelan anggaran Rp3,2 miliar dari APBD Klungkung tersebut. Rp1,8 miliar dicairkan pada tahap pertama untuk penataan taman di sekitar tapal batas, pembuatan tulisan ikonik serta pengadaan patung-patung hiasan. Kemudian Rp1,4 miliar dimanfaatkan untuk penataan lanjutan di tahun 2020 dengan fokus kegiatan mengerjakan penguatan tebing, ornamen Wayan Kamasan, Kayonan dan gambar bidadari. Ketidakpuasan tersebut dapat dilihat dari banyaknya paving blok yang lepas, tidak adanya drainase, serta tidak adanya papan nama yang menggunakan aksara Bali seperti tertuang dalam Peraturan Guberur Bali Nomor 80 Tahun 2018.

Bacaan Lainnya

“Hasil proyek dapat dikatakan jauh dari harapan, karena kualitas bangunannya kurang baik. Karena ini masih dalam tahap perawatan, semua kerusakan itu akan menjadi tanggung jawab rekanan dan akan segera ditindaklanjuti,” jelas Misna.

Melihat beberapa permasalahan yang ditemui selama observasi lapangan, dia berkata akan segera menindaklanjuti dengan mengagendakan rapat kerja dengan pihak terkait. Hal tersebut guna meluruskan permasalahan yang ada, sehingga meminimalisir terjadinya permasalahan lain di kemudian hari.

Baca juga :  PKK Denpasar Salurkan Bantuan Beras kepada Para Kader

Anggota Komisi II DPRD Klungkung, Gde Artison Andarawata, menambahkan, masalah ini seharusnya tidak terjadi di lapangan. Sebab, pada saat rapat kerja dengan Kadis PU Klungkung waktu lalu, Komisi II sudah menyampaikan jangan sampai fungsionalitas dikalahkan estetika atau hiasan. Karena itu proyek penataan Tebing Tusan ini wajib mengutamakan aspek keamanan.

“Ini cukup rawan kondisinya, saya harap yang diutamakan dalam pengerjaan penataan tebing ini adalah aspek keamanannya dulu, dan kelanjutan senderan harus diutamakan juga. Jangan sampai hiasan yang lebih diutamakan daripada fungsionalitas,” ucapnya mengingatkan. baw

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.