Kasus DBD di Karangasem Cenderung Menurun

  • Whatsapp
DI tengah pandemi Corona, kasus penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Karangasem cenderung mengalami penurunan. Foto: net
DI tengah pandemi Corona, kasus penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Karangasem cenderung mengalami penurunan. Foto: net

KARANGASEM – Di tengah pandemi Corona, kasus penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Karangasem cenderung mengalami penurunan. Kasi P2PM Dinas Kesehatan Kabupaten Karangasem, Wayan Gede Sweca, saat dikonfirmasi Rabu (9/6/2021) mengungkapkan, hingga Mei ini, jumlah kasus DBD di Kabupaten Karangasem tercatat sebanyak 103 penderita DBD dengan 1 kasus kematian.

Jumlah tersebut lebih sedikit jika dibandingkan dengan jumlah kasus DBD hingga Mei pada 2020. Dimana tercatat ada sebanyak 609 penderita DBD hingga Mei, dan total sebanyak 919 penderita sepanjang 2020 dengan 2 kasus kematian. ‘’Ya kalau dilihat trennya sampai bulan April ini dibandingkan tahun lalu cenderung menurun,’’ sebutnya.

Bacaan Lainnya

Ia menjelaskan, penyebab menurunnya angka penderita DBD semuanya bergantung lingkungan dan perilaku dari masyarakat. Jika lingkungan bagus maka potensi penularan menjadi berkurang. ‘’Saya rasa pengaruh ada pembatasan kegiatan di lapangan, dampaknya aktivitas warga kebanyakan di rumah, sehingga lebih sering dapat waktu untuk bersih-bersih, apalagi saat ini juga diwajibkan untuk melaksanakan pola hidup bersih,’’ terang Sweca.

Sementara itu, masih berkaitan dengan DBD, Sweca mengakui bahwa sampai saat ini angka bebas jentik di Kabupaten Karangasem secara umum masih di bawah target sebesar 95 persen ke atas. Dari 100 rumah yang diperiksa, seharusnya 95 di antaranya bebas jentik, tapi sejauh ini baru 92 rumah saja yang bebas jentik. Namun demikian dengan jumlah tersbenut menurut Sweca bisa di katakan cukup bagus dengan angka 92 persen.

Baca juga :  Masa Jabatan KPU Kemungkinan Dipangkas, Kepastian Jadwal Pemilu Masih Dimatangkan

Untuk meredam kasus DBD di Kabupaten Karangasem, dari Dinas Kesehatan sendiri telah melakukan berbagai upaya seperti pengendalian fisik melalui 3M, gotong royong pembersihan lingkungan serta secara kimia dengan melaksanakan penyemproton dan penebaran bubuk abate. nad

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.