KAI Rencana Bangun Jalur Commuter di Bali, Pakai Kereta Tanpa Rel dari Cina

  • Whatsapp
Foto: KERETA CRRC Autonomous-rail Rapid Transit train at Metro Trans 2018. Foto: ist
Foto: KERETA CRRC Autonomous-rail Rapid Transit train at Metro Trans 2018. Foto: ist

JAKARTA, – PT KAI bakal mendatangkan kereta buatan Cina untuk dioperasikan di Bali. Direktur Utama PT KAI Didiek Hartantyo menjelaskan bahwa kereta yang mampu beroperasi tanpa rel alias Autonomous Rail Rapid Transit (ART) bakal menghubungkan Bandara Internasional Ngurah Rai menuju kawasan Sanur.

‘’Dalam rencana urban transport di Bali di mana sesuai dengan rencana induk perkeretaapian nasional, kemudian rencana induk perkeretaapian di daerah Bali dan masuk dalam RPJMN 2020-2024, maka akan dibangun kereta yang akan menghubungkan Bandara Ngurah Rai ke arah Sanur,’’ kata Didiek di sela rapat bersama Komisi X DPR RI, Selasa (7/7/2020) lalu, seperti dilansir dari CNBC Indonesia.

Bacaan Lainnya

Dalam dokumen KAI, dijelaskan bahwa kereta ini bakal beroperasi pada rute sepanjang 21 Km. Jarak tersebut diperkirakan mampu ditempuh dalam waktu 35 menit, dengan headway 10 menit.

Adapun sarana yang disiapkan yakni sebanyak 12 train set atau rangkaian kereta. Dari jumlah itu, 10 rangkaian bakal beroperasi dan 2 lainnya merupakan rangkaian kereta cadangan.

‘’Jaraknya sekitar 21 Km, kalau PP (pulang pergi) sekitar 46 Km. Rencananya ini akan ada sekitar 15-20 stasiun dalam jarak 21 Km itu,’’ kata Didiek.

Baca juga :  Warga Ukraina Enam Hari Terjebak di Bekas Penampungan Air Sedalam 5 Meter

Adapun perkiraan rute detailnya adalah sebagai berikut. Stasiun Bandara, Stasiun Bali Mandara, Stasiun RS Graha Asih, Stasiun Bali Galeria, TOD Check In AP1, TOD Centra Parkir Stasiun Siloam, Stasiun TSM, Stasiun Soputan, Stasiun Intermoda, Stasiun RSKI, Stasiun Tantular/21, Stasiun Unud, Stasiun Lapangan Puputan, Stasiun Renon, dan Stasiun Sanur.

‘’Potensi demand yang ada itu adalah penumpang Bandara, wisatawan, komuter pekerja bandara ke Sanur. Di samping itu nanti akan ada pengembangan TOD,’’ kata Didiek.

Saat ini, pihaknya sudah merampungkan pra feasibility study (Pra FS). Proyek ini tengah diusulkan masuk daftar proyek strategis nasional. ‘’Ini sudah dilakukan pra FS kemudian dalam kajian penyusunan FS dan BED atau Basic Engineering Design, Pemprov Bali saat ini telah mengusulkan menjadi proyek strategis nasional,’’ katanya. dbs

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.