Jenazah Ardani Dikubur, Diaben Setelah Tiga Tahun

  • Whatsapp
PROSESI penguburan jenazah Ni Komang Ayu Ardani. Foto: adi
PROSESI penguburan jenazah Ni Komang Ayu Ardani. Foto: adi

GIANYAR – Sehari setelah kerangka tubuh Ni Komang Ayu Ardani (37) ditemukan, pihak keluarga melaksanakan pemakamannya, Kamis (29/4/2021). Jenazah pemotor yang jatuh di jembatan Laplapan itu dikuburkan di setra setempat, berdampingan dengan ibu mertuanya yang juga meninggal akibat kecelakaan lalu lintas yang mereka alami di jembatan Laplapan, Desa Petulu, Ubud, pada 18 Maret 2021 lalu.

Pantauan di kediaman korban, satu per satu para ibu mendatangi kediaman korban untuk membantu mempersiapkan upakara. Menurut kakak ipar korban, I Wayan Sumirat, jenazah korban dikubur Kamis (29/4/2021) di setra desa adat setempat. Upacara penguburan akan tetap dilakukan, meskipun bagian tubuh korban, seperti telapak tangan dan kaki serta kepala, belum ditemukan. 

Bacaan Lainnya

“Sekarang jenazah masih di RS Ari Canti, nanti jenazah akan dibawa langsung ke setra oleh ambulans PMI. Tidak mampir ke rumah lagi, langsung dikuburkan sesuai dresta di sini, tidak diaben,” jelasnya.

Menurutnya, kemungkinan organ tubuh lainnya ditemukan sangat kecil. Atas pertimbangan itulah kemudian pihak keluarga memutuskan untuk langsung melakukan upacara terhadap kerangka tubuh korban yang ditemukan. Karena meninggalnya salah pati, butuh waktu tiga tahun baru bisa menjalani upacara ngaben. “Kami belum sempat nunasin (bertanya) ke orang pintar atas penemuan kerangka tubuh Ardani tersebut,” lugasnya.

Baca juga :  Pemkot Denpasar Dukung Program Chevening Scholarship Bersama British Embassy

Saat ini, sambungnya, kondisi psikologis suami korban, I Kadek Sumansa, dalam keadaan baik. Begitu pula dengan Putu K, anak korban yang ikut dalam kecelakaan lalu lintas itu. “Mungkin anaknya sudah tahu (ibunya meninggal dunia), tapi saya tidak menanyakan itu agar dia tidak syok,” tandasnya.  

Seperti diberitakan sebelumnya, suami korban bersama relawan menemukan kerangka tubuh Ardani di apit Beji Banjar Dukuh Griya, Desa Pejeng Kawan, Kecamatan Tampaksiring, Gianyar, Rabu (28/4/2021) sekitar pukul 13.20. Setelah dievakuasi, kerangka tubuh Ardani yang tanpa kepala dan telapak tangan serta kaki itu langsung dibawa ke RS Ari Canti. Pihak keluarga langsung melakukan upacara pengulapan dan ngaturang pejati di TKP. adi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.