Jalan Tembuku-Tegalasah Amblas, Hanya Bisa Dilewati Roda Dua

  • Whatsapp
KONDISI ruas Jalan Tembuku menuju Tegalasah, tepatnya di Dusun Penida Kelod, Tembuku, Bangli yang amblas. Foto: ist

BANGLI – Amblasnya ruas Jalan Tembuku menuju Tegalasah, tepatnya di Dusun Penida Kelod, Tembuku belum lama ini, kini titik amblas kian meluas. Hampir setengah ruas jalan amblas, dan perbaikan diperkirakan menelan anggaran Rp186 juta. Ruas jalan berhotmik itu tidak bisa dilintasi truk, hanya bisa dilalui roda dua.

Menurut warga setempat, I Wayan Latra, Kamis (30/9/2021), untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, di jalan tersebut dipasang papan peringatan dari Dishub Bangli dan Polsek Tembuku dengan memasang police line (garis polisi).

Bacaan Lainnya

Karena belum ditangani dan diperparah hujan, titik longsor terus melebar dan mencaplok setengah badan jalan. “Badan jalan terus terkikis longsor di bagian utara dan melebar sedikit demi sedikit ke timur. Kini hanya bisa dilewati sepeda motor saja,” ungkapnya

Warga lainnya, I Ketut Alit, menambahkan, kendaraan roda empat harus melewati jalan melingkar melalui Jalan Tingkadbatu, Desa Jehem yang jarak tempuhnya lebih jauh sekitar 3 kilometer. Sebelum memasuki jalan menuju Penida, di perbatasan sudah dipasang peringatan seadanya. Padahal, sambungnya, objek wisata air terjun Cepung atau lebih dikenal air terjun dari langit baru saja dibuka Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta.

Baca juga :  Korsleting Hanguskan Kios, Kerugian Capai Rp30 Juta

Perbekel Temukus, I Ketut Mudiarsa, berkata jalan amblas pada Sabtu (11/9/2021), dan pada Kamis (23/9/2021) kembali turun hujan lebat yang berakibat kerusakan tambah parah. Jalan tidak bisa dilewati kendaraan besar jenis truk.

Menurutnya, di bawah bahu Jalan terdapat gorong-gorong air, volume air yang besar mengakibatkan gorong-gorong dengan konstruksi tanah itu jebol dan menyebabkan bahu jalan ikut jebol. ”Panjang bahu jalan yang amblas sekitar 20 meter dengan kedalaman sekitar 5 meter,” jelasnya.

Dia berkata telah melaporkan kondisi itu ke Dinas PUPR Perkim Bangli, di samping juga mengajukan permohonan kepada Bupati untuk penanganan lebih lanjut.

Bupati disebut sudah mengalokasikan anggaran perbaikan di APBD Perubahan senilai Rp186 juta. “Pengguna jalan agar memanfaatkan jalur lain. Selain membahayakan pengguna jalan, juga bisa menambah kerusakan jalan,” ucapnya wanti-wanti. gia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.