Guru Besar Unram Puji Kepedulian Rachmat Hidayat

GURU besar Fakultas Hukum Unram, Prof. Zainal Asikin (kiri); saat bersama Rachmat Hidayat menyusuri gang untuk mencari warga yang butuh kursi roda elektrik, Jumat (24/3/2023). Foto: ist

MATARAM – Langkah anggota Fraksi PDIP DPR RI, Rachmat Hidayat, yang setia melakukan aksi kemanusiaan dengan membagikan kursi roda elektrik kepada masyarakat di Pulau Lombok, menuai apresiasi Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Mataram (Unram), Prof. Zainal Asikin. Apa yang dilakukan Rachmat dinilai layak menjadi contoh bagi siapa saja.

Selain aksi sosial, sebut mantan Wakil Rektor IV Unram itu, Rahmat juga diapresiasi karena begitu hormat kepada orang tua dan guru. “Juga memberi perhatian begitu besar kepada sahabat-sahabatnya,” kata Asikin, Jumat (24/3/2023).

Bacaan Lainnya

Perhatian kepada sahabat, sambungnya, ditunjukkan anggota Komisi VIII DPR RI itu dengan membesuk Sukartadji Anwar, pensiunan Kepala Dinas Perhubungan NTB, yang tidak lagi leluasa berjalan akibat kondisi kesehatannya.

Rachmat mendatangi kediaman Sukartadji di Gang Kecubung III di Kelurahan Gomong, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. “Hubungannya dengan sahabat-sahabat sungguh tidak pernah pupus. Wujudnya seperti yang kita saksikan hari ini, Pak Rachmat datang ke rumah Pak Sukartadji Anwar,” puji Asikin.

Dalam pandangannya, Ketua DPD PDIP NTB itu memang figur yang jarang bicara di hadapan publik. Misalnya dengan muncul di televisi. Namun, dalam mewujudkan hal-hal nyata yang dibutuhkan masyarakat NTB, Rachmat disebut nyaris tidak pernah alpa. “Itu menunjukkan betapa beliau benar-benar memahami persoalan NTB dan persoalan daerah,” ulasnya.

Baca juga :  Tinggi, Animo Pelatihan Barista di Gianyar

Asikin mengaku tahu dan mengikuti dari pemberitaan media bagaimana Rachmat hadir di tengah-tengah persoalan kemanusiaan yang dihadapi masyarakat. Mulai dari membantu memugar rumah tidak layak huni milik warga tidak mampu, membantu penyandang difabel, pondok pesantren, sekolah, dan juga tempat ibadah. Juga membantu kepentingan seluruh umat.

Apa yang dilakukan Rachmat didaku sempat membuatnya bertanya pada diri sendiri. Sebab, Rachmat berasal dari PDIP yang merupakan partai nasionalis. Namun, dalam aksi nyata untuk membantu masyarakat NTB, apa yang dilakukan melebihi dari apa yang dilakukan kader partai yang berbasis religius. “Kami begitu bangga memiliki sosok pemimpin seperti Pak Rachmat,” tandasnya. rul

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.