Elemen Masyarakat Bangli Tolak Demo Anarkis

  • Whatsapp
ELEMEN masyarakat Bangli menyuarakan penolakan demo anarkis dengan deklarasi Bali Cinta Damai di depan Monumen Kapten Mudita, Bangli, Jumat (16/10). Foto: gia
ELEMEN masyarakat Bangli menyuarakan penolakan demo anarkis dengan deklarasi Bali Cinta Damai di depan Monumen Kapten Mudita, Bangli, Jumat (16/10/2020). foto: gia

BANGLI – Maraknya demontrasi belakangan ini di Tanah Air yang anarkis, membuat keprihatinan elemen masyarakat Bangli. Mereka menyuarakan penolakan demo anarkis dengan deklarasi Bali Cinta Damai di depan Monumen Kapten Mudita, Bangli, Jumat (16/10/2020).

Deklarasi ini dipimpin Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Bangli, I Nyoman Sukra; Bendesa Madya MDA Bangli, Ketut Kayana; Ketua MUI, Gufron; dan Pendeta Jemaat, I Gusti Bagus Hery. Hadir juga Ketua Pecalang Kabupaten Bangli, Ketut Radji; Sekretaris PHDI Bangli, I Wayan Wirya; Ketua KMHDI Bangli, NI Komang Novi Karunia; dan perwakilan mahasiswa serta tokoh pemuda dari sekaa teruna. Deklarasi ini merupakan pernyataan sikap elemen masyarakat Bangli terhadap aksi demonstrasi anarkis yang merupakan implikasi dari penetapan Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja.

Bacaan Lainnya

Ada empat butir deklarasi yang disepakati, pertama, elemen masyarakat Bangli menghormati kebebasan berpendapat di muka umum yang dilakukan secara damai, sesuai protokol kesehatan Covid-19, serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kedua, menolak dan mengutuk tindakan anarkis pihak tidak bertanggung jawab pada saat unjuk rasa, khususnya dalam menyikapi UU Cipta Kerja/Omnibus Law.

Ketiga, mengajak masyarakat tidak mudah terprovokasi melakukan unjuk rasa, dan mendorong dilakukan upaya-upaya sesuai konstitusi dan hukum yang berlaku. Keempat, mendukung aparat penegak hukum untuk menindak dan memproses para pelaku aksi anarkis yang merusak fasilitas umum, dan mengganggu ketertiban masyarakat.

Baca juga :  Selama Pandemi Covid-19, Sebanyak 89.595 WNI Kembali dari Luar Negeri

Nyoman Sukra menuturkan, dalam mengemukakan pendapat tak seharusnya diiringi aksi anarkis. Terlebih unjuk rasa dilakukan di tengah merebaknya virus Covid-19, dan dapat menambah klaster penyebaran yang tidak diinginkan. “Masih ada jalan lain untuk menyatakan penolakan penetapan Omnibus Law Cipta Kerja sesuai aturan yang berlaku, ikutilah tata cara dan aturannya, tidak dengan demo anarkis,” pesannya.

Kapolres Bangli, AKBP I Gusti Agung Dhana Aryawan, mengapresiasi langkah yang dilakukan elemen masyarakat tersebut. Dia menilai hal ini merupakan jalan untuk memulihkan perekonomian di wilayah Bali. “Keamanan merupakan salah satu hal utama dalam memulihkan perekonomian, khususnya di Bangli. Jika situasi keamanan terjamin, kami yakin kondisi perekonomian akan kembali pulih setelah terdampak Covid-19,” tegasnya. 028

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.