Dukung Pembangunan dan Investasi di Nusa Tenggara, PLN Hadirkan Kelistrikan Andal Ramah Lingkungan

GENERAL Manager PLN UIP Nusa Tenggara, Wahidin (kanan) saat meninjau pembangunan pembangkit listrik di wilayah NTB. Foto: ist

MATARAM – PT PLN (Persero) terus meningkatkan keandalan sistem kelistrikan di wilayah kerja Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan melaksanakan proses pembangunan infrastruktur kelistrikan, seperti Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT), Gardu Induk, dan Pembangunan Pembangkit Listrik.

Tercatat, pada tahun 2022 melalui Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara, PLN berhasil merealisasikan pengoperasian sistem transmisi sepanjang 83,82 kms (kilometer sirkit), penambahan kapasitas Gardu Induk (GI) sebesar 50 MVA, penyelesaian milestone pembangunan pembangkit. Selanjutnya, beberapa proses Prakonstruksi infrastruktur kelistrikan baru, seperti survei perencanaan teknis, proses perizinan dan pembebasan lahan.

Bacaan Lainnya

General Manager PLN UIP Nusa Tenggara, Wahidin, mengatakan, bahwa prioritas pembangunan infrastruktur kelistrikan yang dilaksanakan oleh pihaknya harus mampu menjawab beberapa hal. Di antaranya, peningkatan suplai listrik ke masyarakat dan peningkatan keandalan sistem kelistrikan, sehingga kepuasan pelanggan terhadap layanan PLN menjadi lebih baik.

“Penguatan sisi teknis operasional dari pembangunan infrastruktur kelistrikan PLN tentunya harus dapat menurunkan biaya pokok penyediaan (BPP) tenaga listrik, dan dapat menjadi penggerak roda perekonomian masyarakat, bisnis, dan dunia industri,” ujar Wahidin, Senin (16/1/2023).

Sejalan dengan transformasi yang dilakukan oleh PLN untuk menjadi pilihan utama pelanggan soal solusi energi, maka keandalan sistem pada sisi teknis menjadi penting, baik dari sisi input energi, proses transmisi dan distribusi, serta pelayanan pelanggan. Hal ini, menurutnya sejalan dengan meningkatnya konsumsi energi listrik di Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur yang berada di atas 15 persen.

Baca juga :  Ajang IATC di Sirkuit Mandalika, Warga Nonton dari Atas Bukit

“Adanya peningkatan konsumsi energi listrik menunjukkan bahwa proses transformasi yang dijalankan oleh PLN dari hulu ke hilir pada proses bisnisnya berjalan dengan sangat baik, sehingga PLN dapat mengambil peran sebagai penggerak ekonomi di daerah,’’ ungkap Wahidin.

Lebih lanjut, ia memaparkan jika capaian positif tersebut akan terus di tingkatkan, dan pada tahun ini, beberapa program akan mulai di eksekusi oleh PLN, seperti penguatan kapasitas pembangkit pada sistem Sumbawa malalui persiapan penambahan kapasitas PLTMG Sumbawa sebesar 30 MW, dan pada sistem Lombok, melalui persiapan PLTMG Lombok 2 dengan kapasitas 2 x 50 MW.

‘’Dan tentunya, perluasan sistem tegangan tinggi guna mendukung investasi kawasan pada sektor pariwisata, serta ekonomi lainnya,’’ ucap Wahidin.

Tidak hanya itu, menindaklanjuti target net zero emission (NZE) pada tahun 2060 yang dicanangkan oleh pemerintah, PLN mengambil langkah-langkah strategis untuk mengurangi emisi karbon, salah satunya dengan cara memproduksi energi bersih pada sisi suplai energi melalui penggunaan dan penguatan teknologi co-firing.

Selain itu, PLN juga menyiapkan pembangunan pembangkit yang menggunakan sumber energi baru terbarukan, seperti pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Mataloko (2 x 10 MW) dan Ulumbu (2 x 20 MW) di Pulau Flores.

‘’Sinergisitas rencana pembangunan yang dijalankan berorientasi pada pemenuhan bauran EBT pada tahun 2025, karena PLN harus dapat menjawab tantangan dengan menghadirkan energi bersih dan sustainable,’’ kata Wahidin.

Baca juga :  HP Teman Bikin Huni Ruang Tahanan

Untuk menjawab itu, pada tahun lalu PLN menyelesaikan proses perizinan pembangunan PLTP Ulumbu dan pembebasan lahan untuk PLTP Mataloko yang bersumber dari dana Penyertaan Modal Negara (PMN), dan direncanakan proses konstruksinya dapat dimulai pada pertengahan semester tahun 2023 ini.

Kemudian, pada tahun ini pula, Wahidin mendaku, sedang mempersiapkan pengurusan izin untuk rencana pembangunan PLTP Atadei sebagai tambahan target pembangunan energi hijau yang terletak di NTT, ditambah dengan penguatan sistem tegangan tinggi untuk Labuan Bajo dan sistem Timor.

“Sinergi dan kolaborasi kami dengan pemerintah daerah, segenap stakeholder terkait, menjadi penting dan fundamental bagi PLN, untuk dapat memenuhi target dan tantangan yang harus di realisasikan,” tandas Wahidin. rul

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.