Ditemukan Pemancing, Diburu BKSDA, Buaya Muara “Gentayangan” di Muara Tukad Sangsang

  • Whatsapp
WARGA menunjukkan lokasi ditemukannya seekor buaya yang diperkirakan berumur 1,5 tahun. foto: adi

GIANYAR – Seekor buaya muara ditemukan “gentayangan” di aliran Tukad/Sungai Sangsang yang bermuara di Pantai Lebih, Gianyar. Keberadaan buaya itu kali pertama dilihat warga yang hendak mancing. Karena dinilai membahayakan, buaya yang ditaksir berumur 1,5 tahun itu kini diburu tim dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).

Berdasarkan informasi yang diperoleh, yang melihat kali pertama adalah I Ketut Budiawan (30), warga Banjar Roban, Desa Bitera, Gianyar pada Senin (21/6/2021). Kala itu Budiawan memancing di Tukad Sangsang, tepatnya di muara sungai perbatasan Lebih dan Siut sekitar pukul 11.19. “Waktu itu saya mancing di sebelah timur, lalu saya menoleh ke barat, dan saya lihat ada sesuatu di atas kayu. Awalnya saya kira biawak,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Karena penasaran, Budiawan mengambil ponselnya dan mengambil foto objek tersebut. Saat diperbesar, ternyata objek tersebut adalah buaya yang mulutnya sedang menganga. “Saya kaget, akhirnya saya tidak jadi mancing dan pulang,” jelasnya.

Dengan harapan para nelayan dan masyarakat bisa lebih waspada, saat akan pulang dia memberitahu nelayan dan warga di sekitar lokasi kemunculan buaya tersebut. Budiawan berujar dua kali memancing di tempat itu; dua hari lalu airnya bening, tapi kemarin airnya keruh.

Baca juga :  717 Pelanggar Terjaring Sejak Pemberlakuan PPKM Darurat di Denpasar

Mendengar informasi munculnya seekor buaya, BPBD Gianyar langsung mengerahkan Balawista Gianyar untuk melakukan peninjauan pada Senin sore. Meski sudah berkeliling, mereka tidak menemukan buaya di muara tersebut. Peninjauan dilanjutkan pada Selasa (22/6/2021) pagi dengan pemantauan di sekitar aliran Sungai Sangsang.

“Sore sebelumnya kami sudah turun, dan pagi ini (kemarin) 20 orang Balawista Gianyar juga turun kembali untuk melakukan pemantauan,” jelas Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Gianyar, IGN Dibya Presasta, seraya mengatakan buaya ditemukan di pinggir muara.

Kepala SKW II BKSDA Bali, Sulistyo Widodo, menambahkan, dilihat dari foto yang diperoleh, buaya tersebut merupakan jenis buaya muara (Crocodylus porosus). Hanya, ulasnya, berdasarkan data yang dimiliki, di Bali selama ini tidak ada buaya jenis itu. “Kemungkinan buaya ini dipelihara dan dilepas oleh orang,” duganya.

Agar tidak membahayakan warga, tim BKSDA berupaya menangkap buaya dengan panjang diperkirakan mencapai 2 meter, dan diameter 20-30 cm tersebut. Penangkapan dilakukan petugas yang sudah ahli, karena ada teknik khusus agar tidak diserang hewan yang diburu.

“Biasanya kami juga menggunakan perangkat yang menggunakan boks, lalu diisi pakan atau dilakukan dengan cara dijaring. Dikasi umpan dan dilepas jaringnya,” ucap Widodo menandaskan. adi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.