Disparbud Jembrana Bersihkan Teluk Gilimanuk dari Sampah Plastik

  • Whatsapp
AKSI bersih-berish pantai yang digelar Disparbud Jembrana di Teluk Gilimanuk, Jumat (12/3/2021). Foto: ist
AKSI bersih-berish pantai yang digelar Disparbud Jembrana di Teluk Gilimanuk, Jumat (12/3/2021). Foto: ist

JEMBRANA – Upaya mewujudkan  destinasi wisata di Jembrana  yang bersih dan nyaman, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Jembrana, Bali menggelar kegiatan bersih-bersih pantai yang dipusatkan di kawasan Teluk Gilimanuk, Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Jumat (12/3/2021). Kegiatan bersih pantai ini diikuti Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Gilimanuk termasuk paguyuban pedagang Wisata Tirta sebanyak 30 orang.

Aksi bersih pantai ini difokuskan sepanjang Pantai Teluk Gilimanuk. Sasarannya sampah-sampah plastik mengingat daerah teluk sangat rawan dari sampah kiriman terbawa arus air.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jembrana, I Nengah Alit, berkata perlu gerakan bersama untuk menjaga kebersihan pantai dari sampah plastik yang mencemari laut. ‘’Melalui aksi bersih pantai ini sekaligus untuk menyadarkan masyarakat pentingnya menjaga kebersihan laut,’’ serunya.

Lebih jauh, Alit berujar, melalui kesadaran itu, diharapkan masyarakat ikut menjaga kelangsungan destinasi Teluk Gilimanuk sebagai salah satu ikon wisata Bumi Mekepung.

“Kegiatan bersih wisata ini ke depannya kita akan lakukan secara rutin. Tidak hanya di Gilimanuk tapi juga di objek-objek wisata lainnya. Polanya sama seperti ini, dengan menggandeng masyarakat dan pelaku wisata,’’ jelasnya.

Baca juga :  Manfaat Jambu Air Putih, Bisa Kendalikan Gula Darah Hingga Cegah Infeksi

Sementara itu, Ketua Pokdarwis Jembrana, I Komang Arimbawa Utama, berujar Teluk Gilimanuk sangat rawan akan sampah kiriman. Aksi bersih-bersih yang diinisisasi Pemkab Jembrana melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jembrana ini perlu diapresiasi.

Ia menyebut, kondisi pandemi yang telah berlangsung hampir setahun ini cukup memukul perekonomian kelompoknya yang bergantung dari jasa wisata. Aktivitas wisata saat ini diakuinya cukup sepi.

‘’Tamu sepi belum ada wisata. Hanya beberapa dari domestik yang ada. Biasanya tamu asing snorkeling atau tamu domestik berwisata religi. Tapi kondisi saat ini cukup sepi,’’ keluhnya.

Untuk mengisi kevakuman aktivitas di kala pandemi, dimanfaatkan untuk menata organisasi. Mulai dari kesiapan SDM, serta beberapa evaluasi agar saat kunjungan wisata ramai lagi pariwisata di Gilimanuk sudah siap. man

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.