Diduga Selingkuhi Sesama Dewan, Ketua Komisi 3 DPRD Bali Dicopot

  • Whatsapp
KETUA Fraksi PDIP DPRD Bali, Dewa Made Mahayadnya (tengah), memaparkan hasil rapat pengurus DPD PDIP terkait dugaan perselingkuhan yang dilakukan dua anggota DPRD BalI dari PDIP, I Kadek Diana dan Kadek Dwi Yustiawati, Minggu (15/3). Foto: gus hendra
KETUA Fraksi PDIP DPRD Bali, Dewa Made Mahayadnya (tengah), memaparkan hasil rapat pengurus DPD PDIP terkait dugaan perselingkuhan yang dilakukan dua anggota DPRD BalI dari PDIP, I Kadek Diana dan Kadek Dwi Yustiawati, Minggu (15/3). Foto: gus hendra

DENPASAR – Ketua Komisi 3 DPRD Bali, Kadek Diana; dan anggota Komisi 4 DPRD Bali, Kadek Dwi Yustiawati, harus menanggalkan kartu anggota PDIP. Kedua legislator itu diusulkan dipecat oleh DPD PDIP Bali karena dugaan selingkuh. Surat usulan pemecatan dibuat pada Minggu (15/3/2020) siang, sembari menunggu proses pergantian antarwaktu (PAW) keduanya di DPRD Bali.

Pantauan di DPD PDIP Bali, Wakil Sekretaris Internal DPD PDIP, Cokorda Gede Agung; bersama Wakil Sekretaris Eksternal, Made Suparta; dan Ketua Fraksi PDIP DPRD Bali, Dewa Made Mahayadnya, membahas keputusan tersebut di ruang Sekretaris. Karena rapat bersifat tertutup, media tidak diperkenankan masuk. Meski begitu, dari luar terdengar bagaimana hangatnya diskusi mengenai aturan partai yang dilanggar.

Bacaan Lainnya

Menurut Dewa Mahayadnya yang memimpin jumpa pers usai rapat, Diana dan Dwi melakukan kesalahan fatal yang mencoreng dua lembaga, yakni PDIP dan DPRD Bali. Karena itu rapat pengurus DPD PDIP Bali memutuskan untuk mengusulkan keduanya dipecat dari partai, sekaligus dicopot dari Dewan. Selama menunggu proses pemecatan, sambungnya, keduanya juga dilarang mengikuti kegiatan partai dan kegiatan di DPRD Bali terhitung sejak Senin (16/3) hari ini. Kadek Diana juga diberhentikan dari jabatan sebagai Ketua Komisi 3 DPRD Bali, dan diganti AA Ngurah Adhi Ardhana. “Oiya, Kadek Diana itu dulu Ketua Fraksi (PDIP), sekarang saya yang Ketua Fraksi,” lugas politisi yang akrab disapa Dewa Jack tersebut.

Baca juga :  Cara RSUP Sanglah Antisipasi Suket Sehat Bebas Corona Palsu

Cokorda Agung menambahkan, perbuatan keduanya merusak citra partai karena tidak loyal dan tidak disiplin. Pun melakukan perbuatan yang dapat mencederai kepercayaan rakyat kepada partai. Di sisi lain, upaya pembinaan sudah dilakukan senior di partai, tapi tidak diindahkan. “Waktu Rakerda pimpinan sudah mengingatkan bahwa masih banyak di luar sana yang ingin masuk ke partai. Harusnya mereka paham peringatan itu, konyol sekali kalau tidak paham,” sergah politisi yang akrab disapa Tucok itu dengan nada gusar.

Disinggung perbuatan selingkuh yang diduga dilakukan keduanya belum terbukti, Dewa Jack dan Tucok tidak memungkiri. Hanya, keduanya menegaskan partai menjalankan disiplin rumah tangga, tidak menyentuh ke ranah pidana. Selain itu, apa yang dilakukan keduanya juga sudah tersebar di media sosial dan media daring. “Apapun alasannya, nggak bener dia pesan kamar untuk perempuan lain yang bukan istrinya. Apalagi sama-sama sebagai anggota Dewan yang terhormat, dan mereka sudah menandatangani pakta integritas di partai,” seru Tucok.

Mengenai pemanggilan keduanya untuk klarifikasi, Dewa Jack menyebut tidak perlu dilakukan. Tapi mereka tetap diberitahukan keputusan partai itu. “Begini, pimpinan partai juga mata dan telinga di mana-mana, sudah bukan rahasia lagi. Sudah ada ada yang bisa dijadikan bukti perbuatan mereka,” imbuh Suparta. hen/bro

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.