Di Balik Perampokan Rekayasa, Pelaku Belikan Pakaian untuk Selingkuhan

  • Whatsapp
KAPOLRES Bangli, AKBP I Gusti Agung Dhana Aryawan, saat merilis kasus perampokan palsu di Banjar Sidembunut, Kelurahan Cempaga Bangli, Senin (11/10/2021) dengan memperlihatkan tersangka pelaku Ni Kadek Ardiasih (24) dan barang bukti. Foto: ist

BANGLI – Merekayasa laporan perampokan untuk menilap uang mertua, itu saja sudah terbilang keterlaluan. Apalagi jika uang tersebut kemudian dipakai membelikan pakaian untuk selingkuhan.

Fakta itu yang terkuak dari kasus perampokan palsu di Banjar Sidembunut, Kelurahan Cempaga Bangli yang dilaporkan pada 7 Oktober lalu, dengan tersangka pelaku Ni Kadek Ardiasih (24).

Bacaan Lainnya

Saat merilis kasus itu, Senin (11/10/2021), Kapolres Bangli, AKBP I Gusti Agung Dhana Aryawan, menerangkan, tersangka diamankan dengan barang bukti satu sabit, satu batang kayu, tiga selendang, dua lembar fotokopi slip penyetoran uang atas nama tersangka, buku tabungan atas nama mertua, suami dan dirinya sendiri, serta cincin emas permata merah.

Saat polisi melakukan olah TKP, Kapolres menyebut ada sejumlah kejanggalan. Misalnya hasil visum tidak ditemukan ada tanda-tanda kekerasan, alat-alat yang digunakan pelaku berupa sabit, kayu tidak sesuai dengan hasil olah TKP.

Setelah pemeriksaan intensif, jelasnya, tersangka mengakui pencurian uang dan perhiasan emas milik mertuanya senilai Rp26,36 juta itu dilakukan dirinya sendiri, tapi direkayasa seolah-olah dia sebagai korban.

Tersangka melakukan itu untuk menutupi perbuatannya mengambil uang milik mertua di koperasi, uang suami, dan celengan anak-anaknya. Padahal uang itu dipakai belanja barang secara daring.

Baca juga :  Ketua DPRD Klungkung Hadiri Rakor Tata Cara Permohonan Tanah Negara

“Pelaku mengaku hal tersebut dilakukan untuk mengembalikan uang mertuanya yang digunakan diam-diam sebelumnya untuk membeli barang melalui online untuk teman dekatnya alias pria idaman lain,” jelas Kapolres.

Atas perbuatan itu, tersangka dijerat dengan pasal pidana pencurian 362 KUHP atau 367 KUHP atau 220 KUHP. Ancamannya hukuman kurungan selama-lamanya lima tahun. gia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.