Dewan Dorong Pengadaan Rontgen Portable

  • Whatsapp
KOMISI I DPRD Bangli melakukan sidak ke RSUD Bangli, Jumat (20/3/2020), terkait kesiapan pelayanan RSUD Bangli menghadapi Covid-19. Foto: gia
KOMISI I DPRD Bangli melakukan sidak ke RSUD Bangli, Jumat (20/3/2020), terkait kesiapan pelayanan RSUD Bangli menghadapi Covid-19. Foto: gia

BANGLI – Komisi I DPRD Bangli, Jumat (20/3/2020) melakukan sidak ke RSUD Bangli. Sidak dipimpin Wakil Ketua DPRD I Nyoman Budiada; Ketua Komisi I, Satria Yudha didampingi anggota  I Ketut Guna, I Wayan  Wedana, I Ketut  Suastika, I Gusti Nyoman Bagus Triana Putra,I Made Jiko Arnawa, Sang Nyoman Wijaya, diterima Direktur RSUD Bangli, dr. Nyoman Arsana didampingi Wadir Pelayanan, dr. Ni Wayan Ari Susanti.

Suastika menyebut sidak dimaksud untuk melihat kesiapan RSUD Bangli menghadapi merebaknya kasus Covid-19. Dari hasil sidak, seluruh ruangan sudah ada tersedia hand sanitizer, walaupun ada beberapa yang belum seperti jalur isolasi, namun sudah mulai dikerjakan.

Bacaan Lainnya

Disamping itu, ada beberapa alat yang kurang seperti   rontgen portable yang diperkirakan harganya mencapai Rp200 juta lebih. Alat ini, kata Suastika yang akan segera dibahas dengan pimpinan untuk bisa segera dilakukan pengamprahan melalui dana tak terduga. ‘’Karena sifatnya menonjol sepertinya alat tersebut sangat urgent, apalagi bencana sudah di depan mata. Penanggulangannya harus terencana ini yang harus diprioritaskan yang lain bisa ditunda dulu untuk kepentingan masyarakat,’’ ujarnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Bangli, dr. Nyoman Arsana, mengatakan, alat pelindung diri (APD) seperti masker untuk para medis masih sulit didapat. Pihaknya sudah melakukan penjajakan ke PMI, IDI, IBI, PPNI. Jika tidak ada  akan diganti dengan masker kain, utamanya di ruang bedah. 028

Baca juga :  Bupati Tabanan Apresiasi Panitia, Pujawali Pura Luhur Batukau Terapkan Prokes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.