Bupati Sanjaya Sampaikan Tujuh Ranperda Tabanan

  • Whatsapp
BUPATI Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, menyampaikan pidato pengantar tujuh ranperda, yaitu Ranperda tentang APBD TA 2022 dan enam Ranperda Kabupaten Tabanan, yang dilaksanakan secara virtual di TCC Kantor Bupati Tabanan, Jumat (12/11/2021). Foto: ist
BUPATI Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, menyampaikan pidato pengantar tujuh ranperda, yaitu Ranperda tentang APBD TA 2022 dan enam Ranperda Kabupaten Tabanan, yang dilaksanakan secara virtual di TCC Kantor Bupati Tabanan, Jumat (12/11/2021). Foto: ist

TABANAN – Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, menyampaikan pidato pengantar tujuh ranperda, yaitu Ranperda tentang APBD TA 2022 dan enam Ranperda Kabupaten Tabanan. dalam Rapat Paripurna ke-14, Masa Persidangan III/2021, yang dilaksanakan secara virtual di TCC Kantor Bupati Tabanan, Jumat (12/11/2021).

Hadir pula Wabup Tabanan, ketua dan seluruh anggota DPRD Tabanan, jajaran Forkopimda Tabanan, serta undangan lainnya.

Bacaan Lainnya

Dari tujuh ranperda yang disampaikan, antara lain tentang APBD Kabupaten Tabanan TA 2022, ranperda tentang tata cara penyelenggaraan cadangan pangan pemerintah daerah, ranperda tentang perubahan atas Perda Nomor 3 tahun 2020 tentang Badan Kesatuan Bangsa dan Politik.

Selain itu, juga ranperda tentang retribusi persetujuan bangunan gedung, ranperda tentang perubahan kedua atas Perda Nomor 13 tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah, ranperda tentang penyertaan modal daerah dalam perseroan terbatas Bank Pembangunan Daerah Bali, dan ranperda tentang retibusi perpanjangan pengesahan rencana penggunaan tenaga kerja asing.

Sanjaya mengatakan, pertimbangan mendasar yang melatar belakangi tujuh ranperda tersebut, salah satunya adalah rencana keuangan tahunan daerah yang ditetapkan dengan perda, dengan mengacu pada kebijakan umum APBD dan PPAs. Hal itu merupakan dokumen awal perencanaan anggaran daerah, dan jadi pedoman dalam penyusun rencana APBD TA 2022.

Baca juga :  Presiden Jokowi Pimpin Langsung Satgas COVID-19

Disebutkan bahwa dalam APBD TA 2022, pendapatan daerah direncanakan sebesar Rp1,738 triliun, yang mengalami penurunan Rp127,965 miliar dari anggaran induk TA 2021, yakni Rp1,866 triliun. Belanja daerah direncanakan Rp1,763 triliun, mengalami penurunan Rp191,070 miliar dari anggaarn induk 2021 sebesar Rp19.54 triliun. “Terdapat defisit anggaran sebesar Rp24,8 miliar, yang akan ditutup dari pembiayaan netto, bersumber dari estimasi SILPA TA 2021,” ungkapnya.

Untuk itu, Sanjaya minta agar komitmen wajib dilakukan, agar pelaksanaan dapat secara efektif dan efisien. Mengingat anggaran daerah merupakan informasi publik, yang mencerminkan kebijakan daerah, dan tertuang dalam bentuk program dan kegiatan yang diarahkan untuk peningkatan kualitas pelayanan publik, dan kesejahteraan masyarakat.

“Kita dituntut untuk dapat membuat perencanaan yang realistis, berkualitas, serta implementatif, dengan mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk sumber daya yang tersedia,” jelasnya. gap

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.