Bupati Dana Apresiasi Pengawasan di Pilkada Karangasem, Bawaslu Kembalikan Dana Hibah Rp1,6 Miliar

  • Whatsapp
BUPATI I Gede Dana menerima hasil pengawasan Pilkada Karangasem dari Ketua KPU Karangasem, I Putu Gede Suastrawan, didampingi Ketua Bawaslu Bali, Ketut Ariyani. Foto: hen
BUPATI I Gede Dana menerima hasil pengawasan Pilkada Karangasem dari Ketua KPU Karangasem, I Putu Gede Suastrawan, didampingi Ketua Bawaslu Bali, Ketut Ariyani. Foto: hen

AMLAPURA – Pengawasan Bawaslu Karangasem saat mengawal proses kontestasi Pilkada Karangasem 2020 mendapat apresiasi dari Bupati Karangasem, I Gede Dana. Namun, dia juga memberi catatan terkait kinerja Bawaslu Karangasem sebagai institusi pengawasan politik agar proses demokrasi berjalan lebih baik lagi. Hal itu disampaikan Dana ketika menerima audiensi Bawaslu Bali dan Bawaslu Karangasem, Rabu (28/4/2021).

“Saya selaku Bupati yang kemarin ikut berkompetisi memberi apresiasi, Bawaslu sudah mampu mengawal proses demokrasi dengan baik meski harus diakui ada beberapa catatan yang perlu diperbaiki. Di antaranya Bawaslu harus meningkatkan profesionalismenya dalam melakukan pengawasan. Ini penting dilakukan agar Bawaslu terus mendapat kepercayaan,” kata mantan Ketua DPRD Karangasem ini.

Bacaan Lainnya

Ketua Bawaslu Bali, Ketut Ariyani, yang memimpin rombongan tamu, mengucapkan selamat atas dilantiknya Dana sebagai Bupati Karangasem. Dia sekaligus menyampaikan terima kasih atas fasilitasi Pemkab Karangasem ketika bertugas saat Pilkada Karangasem 2020 lalu. Menurut Ariyani, menyambut Pemilu-Pilkada Serentak 2024, Bawaslu Karangasem butuh kantor yang representatif

Pada momen itu, Ariyani juga menyampaikan harapan agar diberi hibah tanah untuk membangun kantor Bawaslu Karangasem. “Misalnya gedung yang sekarang ditempati oleh Bawaslu Karangasem, jika itu aset Pemkab, bisa dihibahkan kepada kami untuk dibangun kantor Bawaslu Karangasem” pinta komisioner asal Buleleng itu.

Baca juga :  Buleleng Berencana Ubah Skema Penanganan Covid-19

Menanggapi permintaan Ariyani tersebut, Dana langsung mengiyakan dan minta dilakukan secara formal melalui  surat permohonan untuk dipelajari. Sebab, kata dia, pemindahan aset Pemkab ke pihak lain butuh proses panjang, antara lain melalui persetujuan DPRD. Yang jelas secara prinsip dia tidak masalah untuk menghibahkan, sepanjang lahannya memang tersedia dan bisa dihibahkan.

Toh kita ini sama-sama lembaga pemerintah. Kalau yang ditempati Bawaslu sekarang dimohon, silakan dilakukan dengan bersurat, kami akan pelajari. Jika layak untuk dihibahkan, tentu akan kami berikan,” tegas politisi PDIP berkecimpung sebagai anggota DPRD Karangasem sejak tahun 2004 tersebut.

Menjelang akhir audiensi, Ketua Bawaslu Karangasem, I Putu Gede Suastrawan, melaporkan dana hibah Pilkada 2020. Dari total Rp8 miliar hibah dari Pemkab, terangnya, Bawaslu Karangasem berhasil melakukan efisiensi sekitar Rp1,6 miliar. Tanggal 31 Maret lalu sisa dana hibah dikembalikan ke kas daerah melalui rekening Pemkab Karangasem. Suastrawan juga menyampaikan Buku Laporan Akhir Pengawasan Pilkada Karangasem yang diterima Bupati Dana.

Turut dalam rombongan komisioner Bawaslu Bali, I Ketut Rudia dan I Ketut Sunadra, serta Kasek Bawaslu Bali, Ida Bagus Putu Adi Natha. Sementara Suastrawan didampingi empat anggotanya yakni Diana Devi, Kadek Puspa Jingga, Nengah Suardika, dan Nyoman Merta Dana, serta Korsek Bawaslu Karangasem, I Made Widia. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.