Beredar Pesan Berantai Isolasi Wilayah Penatih, Bendesa dan Lurah: Itu Hoaks

  • Whatsapp
TANGKAPAN layar pemetaan kasus COVID-19 di Desa/Kelurahan Penatih. Foto: ist
TANGKAPAN layar pemetaan kasus COVID-19 di Desa/Kelurahan Penatih. Foto: ist

DENPASAR – Penatih yang masuk zona merah COVID-19 berdasarkan peta yang ada di situs resmi penanggulangan Covid-19 milik Denpasar karena satu warganya positif dan masih dirawat disebut melakukan isolasi malam hari. Beredar pesan berantai di aplikasi WhatsApp yang menyebutkan wilayah Penatih melakukan isolasi malam hari.

Pesan yang viral itu disebutkan detil pemberlakuan isolasi wilayah, termasuk rute yang ditutup. Pemberlakuan penutupan jalan pada malam hari akan dilakukan selama seminggu dan sudah berlangsung sejak Senin (6/4) hingga Minggu (12/4) pada pukul 19.00 Wita hingga pukul 04.00 Wita keesokan harinya. Selain warga yang tinggal di Penatih, dilarang masih wilayah tersebut.

Bacaan Lainnya

Alasannya, karena Penatih sudah mendapat zona merah dari Covid-19. Yang tidak berkepentingan selama isolasi wilayah diminta tidak masuk Penatih dulu. Dijelaskan pula penutupan jalan menuju Penatih-Jalan Trenggana ke timur. Sementara dari selatan yang ditutup adalah jalur LPD Penatih-Jalan Padma, pertigaan Jalan Cekomaria-Jalan Trenggana Utara. Juga ditutup dari barat pertigaan Jagapati-Jalan Siulan dialihkan ke Jalan Raya Batubulan, Jalan Anggabaya Penatih.

Dikonfirmasi terkait adanya pesan ini, Jro Bendesa Adat Penatih, Wayan Sana, mengatakan bahwa informasi itu tidak benar alias hoaks. Ia pun mengatakan akan mencari tahu siapa yang membuat pesan tersebut.

Baca juga :  Hubungan Bali dan India Diharapkan semakin Erat

Hal senada juga ditegaskan Lurah Penatih, Wayan Astawa. Informasi tak jelas sumbernya. Pihaknya tak pernah mengeluarkan informasi seperti itu. ‘’Itu dari sumber yang tak jelas. Darimana sumbernya,’’ jelasnya.

Menurut Astawa, apabila ada yang membagikan informasi di WhatsApp grup atau media sosial lain, harus diminta juga sumber pemberitaan atau surat resmi. ‘’Jangan pernah percaya berita-berita hoaks yang tak jelas sumbernya,’’ pungkasnya. tra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.