Bawaslu Tabanan Simulasikan Penyelesaian Sengketa Pilkada

  • Whatsapp
SIMULASI musyawarah terbuka penyelesaian sengketa proses pemilihan, di Ruang Rapat Kantor Bawaslu Tabanan, Selasa (30/11/2021). Foto: ist
SIMULASI musyawarah terbuka penyelesaian sengketa proses pemilihan, di Ruang Rapat Kantor Bawaslu Tabanan, Selasa (30/11/2021). Foto: ist

TABANAN – Bawaslu Tabanan melaksanakan simulasi musyawarah terbuka penyelesaian sengketa proses Pilkada di kantor Bawaslu Tabanan, Selasa (30/11/2021). Simulasi dipimpin Ketua Bawaslu Tabanan, I Made Rumada; dan dihadiri Kabag Penanganan Pelanggaran, Penyelesaian Sengketa, Proses dan Hukum, Made Aji Swardhana. Simulasi juga mengundang KPU Tabanan, yang dihadiri komisioner I Wayan Sutama.

Dalam melaksanakan simulasi musyawarah secara terbuka, kata Rumada, lembaganya membentuk majelis musyawarah. Majelis tersebut terdiri dari anggota Bawaslu Tabanan, dengan komposisi ketua majelis dan anggota majelis. “Majelis musyawarah dibantu panitia musyawarah yang terdiri atas sekretaris panitia musyawarah, asisten majelis musyawarah, notulen, dan perisalah,” ungkapnya.

Bacaan Lainnya

Dalam simulasi tersebut, yang menjadi Ketua Majelis Musyawarah adalah Ketua Bawaslu Tabanan. Anggotanya terdiri atas Koordinator Divisi Pengawasan, Humas, dan Hubal, I Ketut Narta; dan staf Divisi Hukum dan Penanganan Pelanggaran, Ni Putu Ari Apriani. Jajaran Sekretariat Bawaslu Tabanan masing-masing berperan sebagai Sekretaris, Pemohon dan Termohon, Asisten Majelis, notulensi, perisalah, juru sumpah, saksi, dan keamanan.

Pelaksanaan simulasi musyawarah terbuka ini, lanjutnya, melalui tahapan penyampaian permohonan pemohon, penyampaian jawaban termohon, pemeriksaan alat bukti, penyampaian kesimpulan pihak pemohon, termohon, serta dari pihak terkait. “Majelis Musyawarah mendengarkan keterangan saksi-saksi dari pemohon dan termohon, dan saksi dari pihak terkait setelah penyampaian jawaban. Pemohon dan termohon dapat menyampaikan kesimpulan secara tertulis, paling lama satu hari terhitung sejak selesai pemeriksaan alat bukti,” ujarnya.

Baca juga :  Total Pemeriksaan Capai 21.233 Spesimen, Angka Kasus Sembuh 417

Selanjutnya pimpinan musyawarah menanyakan kepada pemohon, termohon, dan pihak terkait apakah ada yang dapat disepakati, baik permohonan pemohon maupun jawaban atau tanggapan termohon dan pihak terkait. Majelis membacakan putusan penyelesaian sengketa pemilihan secara terbuka, dan dapat dipertanggungjawabkan. Putusan ditetapkan dan ditandatangani Majelis Musyawarah Bawaslu Kabupaten Tabanan dalam musyawarah terbuka penyelesaian sengketa pemilihan.

Apabila ada pihak yang tidak menerima putusan, dapat mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara, paling lambat tiga hari sejak putusan dibacakan. “Jangka waktu musyawarah penyelesaian sengketa proses pemilihan adalah 12 hari kalender, terhitung sejak permohonan sengketa diregistrasi,” ungkapnya.

Made Aji menambahkan, simulasi itu salah satu program Bawaslu untuk belajar mengenai tata cara penyelesaian sengketa proses pilkada. Simulasi diharap bisa memperdalam pemahaman tugas-tugas pokok dan fungsi dalam menyelesaikan sengketa proses pemilihan. “Simulasi ini sangat penting dilaksanakan, mengingat Bawaslu Tabanan yang berwenang melakukan musyawarah terbuka penyelesaian sengketa. Jadi, bisa lebih sigap jika ada pelanggaran yang terjadi pada saat perhelatan pemilihan,” tandasnya. gap

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.