Bawaslu NTB Turun Tangan, SPBU Tayangkan Tulisan “Prabowo-Gibran” di Hari Tenang

TULISAN Prabowo-Gibran dengan nomor urut 2 terpampang di SPBU Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah saat hari tenang. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, MATARAM – Bawaslu NTB menerima laporan pengaduan tentang salah satu SPBU di Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) menayangkan tulisan berjalan berisi nama paslon nomor urut 2, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming. Tulisan “Prabowo-Gibran” itu tercantum dengan foto lengkap saat hari tenang pada Minggu (11/2/2024) malam.

Kordiv Penanganan Pelanggaran, Data dan Informasi Bawaslu NTB, Umar Achmad Seth, mengaku mendatangi SPBU di Batukliang tersebut. Hasilnya, memang diatemukan tulisan “Prabowo-Gibran” di SPBU tersebut.

Bacaan Lainnya

“Kami sudah bawa laporan tulisan nama berjalan capres dan cawapres pada hari tenang di SPBU Batukliang untuk dilakukan pengkajian di Sentra Gakumdu Bawaslu NTB. Dan, ini sudah naik,” ucapnya saat rilis media terkait hasil pengawasan tahapan kampanye, logistik, masa tenang dan identifikasi TPS rawan di NTB, Senin (12/2/2024).

Menurut dia, KPU sudah menetapkan bahwa masa tenang pemilu 2024 berlangsung pada 11-13 Februari. Sementara hari pemilihan pada Rabu, 14 Februari 2024. Karena itu, seluruh aktivitas yang berkaitan dengan kampanye secara langsung atau melalui media sosial dilarang. Larangan itu termaktub dalam pasal 1 ayat 36 UU 7/2017 tentang Pemilu.

Pada masa tenang, beberapa hal dilarang dilakukan. Seperti menyosialisasikan diri untuk memilih para calon, menjanjikan atau memberi imbalan kepada pemilih, dan kegiatan kampanye lainnya. Pihak yang melanggar terancam hukuman empat tahun penjara dan denda puluhan juta.

Baca juga :  Demer Dukung Subsidi Minyak Goreng Curah, Kebijakan Airlangga Diklaim Diterima Pasar

“Untuk di Sentra Gakumdu, kami akan panggil dan lakukan klarifikasi kepada pemilik SPBU. Aktivitas itu masuk pasal 523 ayat 2 (UU Pemilu) pada masa tenang. Itu pidana pemilu, sanksinya empat tahun pidana penjara ditambah Rp48 juta sebagai denda,” beber Umar.

Dia menegaskan penindakan adalah cara terbaik untuk memberi efek jera. Sebab, pelanggaran di hari tenang sama dengan pelanggaran pungut hitung. Apalagi saat mendatangi SPBU, para karyawan menagku tulisan berjalan dengan mencantumkan nama capres dan cawapres nomor 02 adalah kebijakan pusat.

Pernyataan karyawan itu dinilai menjadi pintu masuk untuk melanjutkan masalah ini ke Sentra Gakumdu. “Karena setelah kami cek ke SPBU lain, enggak ada tulisan seperti di SPBU Batukliang itu,” tuding Umar.

Disinggung soal pemberian uang, termasuk uang digital, dinyatakan tetap dilarang. Umar mendaku Bawaslu RI bekerja sama dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk mengawasi kemungkinan-kemungkinan tersebut. Singkat kata, Bawaslu menyiapkan semua perangkat pengawasannya.

Kordiv Pencegahan, Parmas, dan Humas Bawaslu NTB, Hasan Basri, mengingatkan peserta pemilu untuk tidak memberi uang atau barang kepada masyarakat selama masa tenang, pun saat pemungutan suara. Kegiatan itu masuk politik uang, yang merupakan bagian dari pelanggaran pemilu.

Selain itu, dalam periode 11-13 Februari, seluruh aktivitas yang berkaitan dengan kampanye langsung atau melalui media sosial juga dilarang. seluruh akun media sosial yang terdaftar di KPU bisa dipastikan harus turun. Kalau masih ada, maka nanti masuk ke dalam penanganan pelanggaran. Untuk medsos yang akunnya personal, menjadi kewajiban Bawaslu untuk mencermati.

Baca juga :  Samakan Persepsi dengan Esekutif, Pansus II DPRD Buleleng Bahas Ranperda Perumahan

Dia menyampaikan dalam proses mengawasi aktivitas peserta pemilu di media sosial, Bawaslu bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika. “Untuk di NTB, kami sudah menjalin kerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika NTB untuk pengawasan dan patroli media sosial, selama pelaksanaan Pemilu hingga Pilkada Serentak 2024,” tandas Hasan Basri. rul

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.