Bawaslu Lobar Bubarkan Kampanye Caleg di Empat Kecamatan

JAJARAN Bawaslu Lobar bersama panwascam membubarkan aktivitas caleg yang melakukan kampanye tanpa ada STTP di sejumlah wilayah di wilayah Lobar. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, MATARAM – Sejumlah aktivitas kampanye politik yang dilakukan para calon anggota legislatif (caleg) di empat kecamatan di Kabupaten Lombok Barat (Lobar), dibubarkan jajaran Badan Bawaslu Lobar.

Pembubaran di Kecamatan Kuripan, Lingsar, Gerung, dan Gunungsari dilakukan gegara para caleg dari berbagai partai politik tersebut tidak memiliki Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP) kampanye dari kepolisian.

Bacaan Lainnya

Ketua Bawaslu Lobar, Rizal Umami, membenarkan bahwa kampanye beberapa caleg terpaksa dihentikan karena tidak memiliki STTP pada hari dilaksanakan. Padahal dia sudah mengeluarkan imbauan kepada peserta pemilu untuk mengurus berkas STTP tersebut.

“Kami tidak menginginkan aksi pembubaran dilakukan. Kami enggak mau kasus semacam itu terulang lagi, sehingga kami minta para caleg bisa berkoordinasi dengan Liaison Officer (LO) partainya untuk mengurus izin kampanye sesuai tahapan,” tegas Rizal, Kamis (7/12/2023).

Menurut Rizal, penertiban dilakukan saat kampanye dengan pertemuan terbatas di desa-desa. “Kami meminta partai politik dan LO menginstruksikan para caleg agar menyiapkan jadwal kampanye, dan mengurus STTP, maksimal H-3 sesuai Peraturan Kepolisian Nomor 6 Tahun 2023,” lugasnya.

Rizal mengakui aksi penertiban yang dilakukan Bawaslu sempat menuai protes dari beberapa partai politik. Menurutnya, izin kampanye merupakan unsur penting, karena melibatkan aktivitas mengumpulkan warga dalam momentum politik.

Baca juga :  Polres Tabanan Tangkap Lima Tersangka Narkoba, Dua Residivis

Karena itu, seharusnya partai politik juga harus taat dengan aturan yang berlaku. “Kami ingatkan, setiap hari Bawaslu melakukan pemantauan rutin dari tingkat kecamatan sampai desa,” paparnya.

Kembali Rizal mengingatkan, para caleg di wilayah Lobar agar lebih memperhatikan izin kampanye terlebih dahulu, agar proses kampanye dapat berjalan aman dan lancar.

Selain itu, kampanye juga harus sesuai aturan dan etika, untuk menghindari pelanggaran yang dapat merugikan diri sendiri maupun partai. ”Selama masa kampanye saat ini, kami akan terus mengawasi dan menindak tegas setiap pelanggaran yang terjadi,” ancamnya. rul

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.