Bank BPD Bali Bangun Marketplace Digital

  • Whatsapp
Foto: IDA BAGUS GEDE SETIAYASA Ida Bagus Gede Setiayasa. Foto: ist
DIREKTUR Operasional BPD Bali, Ida Bagus Gede Setiayasa. Foto: ist

DENPASAR – Bank BPD Bali segera bangun interoperabilitas transaksi melalui digital canel transaksi. Menjadikan Pasar Gotong Royong Krama Bali yang sukses dilakukan di berbagai instansi untuk go digital (pasar online). Direktur Operasional Bank BPD Bali, Ida Bagus Gede Setiayasa, mengatakan hal tersebut akan menjadi proyek percontohan marketplace untuk dunia usaha dan UMKM di Provinsi Bali.

‘’Pasar gotong royong kita sedang siapkan satu solusi bekerjasamakan dengan Pemprov dan marketplace. Kita lagi carikan penyedia startup yang ada di Bali, kita coba asesment yang mana mampu menjadi sarana back bound transaksi pembelian secara nontunai di pasar gotong royong,’’ ujar Setiayasa di Kantor Bank BPD Pusat, Denpasar, Senin (7/9/2020).

Ditegaskannya, marketplace akan dikuatkan secara lokal agar pembangunan digital sistem berjalan optimal. Bank BPD Bali sendiri dipastikan harus masuk dalam pengembangan marketplace digital sistemnya. ‘’Marketplace kita tidak boleh buat tapi menguatkan digital canel kita. Koneksi dengan marketplace itu yang lagi kita garap untuk membangun ekosistem digital dengan multi canel,’’ jelasnya.

Baca juga :  Tiba di Kroasia, Timnas U-19 Indonesia Langsung Berlatih

Dia menegaskan Bank BPD Bali sudah menyiapkan berbagai kemudahan bertransaksi dalam genggaman. Ke depan diharapkan Program Pasar Gotong Royong Krama Bali yang tertuang dalam Surat Edaran (SE) Gubernur Nomor 1536 Tahun 2020 bisa dilaksanakan tidak saja secara offline namun juga berkelanjutan melalui transaksi secara online, dimana saja dan kapan saja. Terbangunnya ekosistem yang kuat untuk seluruh dunia usaha dan UMKM akan menjadi bagian penting penguatan marketplace digital canel Bank BPD Bali.

‘’Kita jadikan pilot project, menggunakan marketplace yang sudah ada platform-nya untuk kita modifikasi. Kita akan bicara dengan Dinas dulu agar efektif. Kunci membangun semua ini adalah marketplace baik untuk papan, sandang dan pangan. Seperti di klaster Pasar Phula Kerti, model itu yang sebenarnya kita mau tarik namun menjangkau lebih luas agar terbangun pasar digital atau pasar virtualnya,’’ terang pria kelahiran Karangasem itu.

Baca juga :  PB PON Kukuh Tolak 10 Cabor Dicoret Dipertandingkan di Luar Papua

Diharapkan, rancangan marketplace digital sistem itu akan terealisasi tahun 2020 ini, sehingga eksistensi Pasar Gotong Royong Krama Bali dapat terus berlanjut lebih luas secara online. Setiayasa juga menjelaskan dengan terbangunnya marketplace yang dimaksud maka dunia usaha, UMKM dan kerajinan serta ekonomi kreatif lokal Bali lainnya akan semakin menggeliat dan tidak harus menunggu giliran berjulan atau pameran yang secara khusus difasilitasi pemerintah.

Dalam waktu dekat juga dijelaskan, pembangunan marketplace digital sistem juga akan dilakukan dengan Pemerintah Kota Denpasar dalam mendukung pelaksanaan Denpasar Festival yang dilakukan secara virtual. Kerjasama Bank BPD Bali dengan Pemkot Denpasar juga akan dilakukan dengan mengakuisisi merchant dan melakukan kerjasama dengan vendor marketplace yang dimiliki Pemkot Denpasar.

‘’Penyedia startup yang mana mampu menjadi sarana backbone transaksi pembelian secara nontunai, itu yang akan kita ajak membangun ekosistem yang kuat,” terangnya.

Baca juga :  Warga Tersenyum Usai Terima Sembako dari Yayuk

Terbangunnya marketplace digital sistem oleh Bank BPD Bali juga diharapkan akan memperkuat dunia usaha yang menjadi binaan. Sehingga tidak saja hadir dari sisi penyedia layanan transaksi namun juga mampu menjadi salah satu indikator bagi merchant atau dinia usaha untuk mendapatkan bantuan permodalan dari Bank BPD Bali. Terbangunnya ekosistem yang kuat ini juga diharapkan mampu menguatkan kualitas transaksi secara nontunai untuk mendukung Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT).

Melalui layanan Mobile Banking, Internet Bangking serta QRIS Bank BPD Bali ke depan juga akan menjadi penguatana bagi pihaknya untuk memberikan customer retensi sebagai bentuk penghargaan kepada merchant dari Bank BPD Bali. Upaya ini juga untuk menguatkan platform sekaligus menjaga merchant agar tetap royal dengan Bank BPD Bali. ‘’Kita kuatkam digital ekosistem, ketika mereka masuk ke pltaform kita sudah pasti mereka menggunakan QRIS kita (layanan Bank BPD Bali, red),’’ tandasnya. 016

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.