Akses Menuju Rumah Terputus, Proyek Drainase Dikeluhkan Warga Pesaban

  • Whatsapp
PROYEK pembangunan drainase di Desa Pesaban, Kecamatan Rendang dikeluhkan warga setempat, lantaran akses warga menuju rumah tidak ada perbaikan. Foto: nad
PROYEK pembangunan drainase di Desa Pesaban, Kecamatan Rendang dikeluhkan warga setempat, lantaran akses warga menuju rumah tidak ada perbaikan. Foto: nad

KARANGASEM – Proyek pembangunan drainase di Desa Pesaban, Kecamatan Rendang sepanjang hampir 1 kilometer dikeluhkan warga setempat. Setelah dibongkar kontraktor PT Arsa Buana Manunggal (ABM), akses warga menuju rumah tidak ada perbaikan, sehingga tidak bisa dilalui kendaraan. Warga yang rumahnya terkena proyek terpaksa membuat jembatan darurat dari kayu agar bisa dilalui kendaraan.

Salah seorang warga Pesaban, I Wayan Mudana, menumpahkan keluhannya lewat media sosialFacebook. Dia menegaskan tidak menolak proyek drainase yang dibantu dana APBN itu di desanya; dia dan warga lainnya hanya minta hak atas akses masuk ke rumahnya yang terdampak proyek. Dia juga minta agar kondisinya segera dikembalikan sesuai standar keselamatan. 

Bacaan Lainnya

“Sudah hampir tiga bulan akses kami dari kayu-kayu bekas seadanya. Anda yang bongkar, anda juga yang memperbaiki. Hujan telah tiba, kayu yang licin tentu menjadi bahaya tersendiri,” tulisnya.

Mudana tak lupa menandai Bupati Karangasem, I Gede Dana, untuk menindaklanjuti kepada dinas terkait. Selain itu juga mendesak Pemerintah Desa Pesaban meneruskan aspirasi masyarakat di tengah himpitan ekonomi saat ini. “Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Karangasem (PUPR), apakah proyek strategis harus meninggalkan bahaya bagi warga?” tulisnya bernada kesal.

Baca juga :  Meski Ditengah Pandemi, Pemkot Denpasar Realisasikan 9 Unit Bantuan Bedah Rumah

Dari papan pengumuman, proyek ini merupakan program Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang bersumber dari APBN tahun 2021. Anggarannya Rp4,3 miliar dengan masa pengerjaan selama 240 hari.

Perbekel Pesaban, I Gede Widiasa, membenarkan adanya keluhan warga akibat proyek pembangunan drainase di desa itu. “Mengeluh karena akses jalan masuk ke rumah yang dibongkar kontraktor tidak dibangun kembali,” jelasnya dihubungi melalui telepon, Minggu (20/6/2021).

Kondisi itu, ucapnya, membuat warga sulit keluar-masuk rumah, terlebih saat menggunakan kendaraan. Kondisi itu dinilai bisa mengancam keselamatan warga, yang juga terpaksa membuat jembatan darurat dari kayu dan papan untuk sekadar bisa dilalui. “Sebelum pengerjaan sudah koordinasi dengan kontraktor dan Dinas PU,” kata Widiasa.

Hanya, sambungnya, jawaban kontraktor dan Dinas PUPR Karangasem adalah pembangunan akses jalan hanya akan dibuat untuk beberapa tempat umum. Seperti akses sekolah, pura, gang, balai desa dan tempat umum lainnya. Khusus untuk jalan rumah milik warga, ternyata tidak ditanggung.

“Yang pribadi tidak dapat. Kalau mau, ya warga harus membuat sendiri,” tuturnya.

Keluhan warga itu disebut sudah diperjuangkan agar bisa dibangun kontraktor, tapi tidak dipenuhi. “Jawabannya seperti yang saya ungkapkan itu,” jelas dia.

Widiasa mengakui tidak bisa berbuat banyak menyikapi keluhan warga Pesaban tersebut. Kata dia, sebenarnya masyarakat Pesaban sangat berterima kasih dengan adanya proyek ini, karena sebelum dibangun drainase, ketika hujan tiba kerap terjadi banjir. “Karena sampah kiriman dari hulu atau dari masyarakat sendiri yang membuang sampah sembarangan. Kami berterima kasih dengan proyek ini, tapi ada beberapa kekurangan,” tegasnya.

Baca juga :  Kapolres-Dandim Tabanan Cek Kesiapan Logistik Pilkada

Sebelum adanya keluhan ini, proyek drainase juga sempat dikeluhkan warga lantaran kontraktor dinilai lamban mengerjakan. Misalnya ketika dilakukan pembongkaran, tidak segera ditangani, didiamkan dulu dalam beberapa hari. Dia juga beberapa kali melayangkan komplain agar pengerjaan dipercepat. “Tapi sekarang sudah dikerjakan cepat dan responsif, dan alasan kontraktor karena menunggu material dari Jawa. Ketika dibongkar, material belum datang, itu alasan mereka. Intinya proyek pengerjaan sudah dikerjakan secara cepat, begitu bongkar terus dicor, dan sudah bisa digunakan,” tandasnya. nad

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.