Ajukan Proposal Aplikasi Buku Cerita Anak 3D, Tiga Pemuda Bali Lolos ke Kemendikbud

  • Whatsapp
Donnie Weda Dharmawan, Ni Putu Desy Damayanthi, dan Putu Arie Pratama, di sela-sela mengikuti lokakarya di Jakarta, Rabu (7/10/2020). Foto: ist
Donnie Weda Dharmawan, Ni Putu Desy Damayanthi, dan Putu Arie Pratama, di sela-sela mengikuti lokakarya di Jakarta, Rabu (7/10/2020). Foto: ist

DENPASAR – Tiga pemuda Bali berhasil lolos ke Jakarta untuk mengikuti Lokakarya Penerima Dana Bantuan Pemerintah Bidang Kebudayaan dari Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud, Selasa (6/10/2020) hingga Kamis (8/10/2020). Mereka mengajukan proposal pembuatan aplikasi buku cerita anak dalam 3D yang berbasis Android.

Dari 2.309 proposal yang diseleksi panitia, terpilih 1.900 yang kemudian diseleksi oleh tim penilai yang terdiri dari profesional dan tim ahli. Salah satu proposal yang lolos yakni tim dari Bali Muda Foundation yang terdiri dari Donnie Weda Dharmawan, Ni Putu Desy Damayanthi, dan Putu Arie Pratama. Kini mereka tengah berjuang dalam tahap verifikasi akhir.

Bacaan Lainnya

Desy Damayanthi sebagai Koordinator Program dan Ketua Tim menyampaikan, proposal yang diajukan adalah tentang Pembuatan Buku Cerita Anak Nusantara dengan Teknologi Augmented Reality. Dalam proposal ini, mereka berencana membuat aplikasi digital berbasis Android. “Aplikasi ini adalah aplikasi 3D di mana ketika membuka scan barcode, anak-anak bisa membaca buku dengan animasi 3D, suara, efek animasi, hingga habis. Kami ingin mengembalikan citra buku anak Nusantara yang hampir hilang,” ucapnya.

Buku yang digunakan sebagai proyek percontohan dalam proposal ini adalah buku hasil Pelatihan Penulisan Cerita Anak dari Komunitas Guru Berkarya Angkatan I, yang berjudul “Di Mana Hanoman”. Menurut Donnie Dharmawan, aplikasi ini akan meningkatkan minat siswa dalam membaca dan sangat bagus untuk pengembangan dunia literasi baca tulis bagi anak-anak di Bali. “Bali Muda Foundation menaungi guru-guru Bali melalui Komunitas Guru Berkarya kini tersebar di 8 kabupaten dan 1 kota. Jadi, buku cerita Di Mana Hanoman ditulis oleh guru Bali sendiri,” katanya.

Baca juga :  Grab Cegah Pengemudi Berkerumun dengan Teknologi Geofencing

Dalam mengerjakan proposal ini mereka dibantu oleh beberapa vendor dan rekanan untuk menunjang presentasi dan verifikasi akhir. Tim juga dibentuk di belakang layar untuk membantu meloloskan proposal ini di bawah arahan Joni Suhartawan yang juga salah satu Dewan Pembina Bali Muda Foundation. Tahapan ini adalah tahapan terakhir sebelum penandatangan kontrak kerja yang akan dimulai Oktober hingga November akhir.

Arie Pratama sebagai Manajer TI & Web Bali Muda Foundation menambahkan, aplikasi ini nantinya akan dibuat berkelanjutan, berkualitas, dan berdampak kuat bagi masyarakat luas. “Kami ingin aplikasi ini berdampak kuat apalagi ditunjang teknologi digital, pengembangan literasi akan merambah ke ranah teknologi masa depan,” imbuhnya. 026

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.