17 Warga Jembrana Masuk ODP COVID-19

  • Whatsapp
KETUA Satgas COVID 19 Jembrana I Made Sudiada (kedua dari kiri) memberikan penjelasan terkait kondisi terkini virus corona di daerah tersebut, dengan satu orang pasien diisolasi dan masuk dalam ODP, Senin (23/3/2020). (foto: antaranews)

JEMBRANA – Sebanyak 17 warga Kabupaten Jembrana, Bali, masuk dalam daftar Orang Dalam Pengawasan (ODP), terkait penularan COVID-19 atau virus corona.

“Satu diantara tujuhbelas orang itu, saat ini menjalani perawatan di ruang isolasi RSU Negara, yang kini menjadi salah satu rumah sakit rujukan perawatan COVID 19,” kata Ketua Satgas COVID 19 yang juga Sekda Jembrana I Made Sudiada, di Jembrana, Bali, Senin (23/3/2020).

Bacaan Lainnya

Ia mengatakan, sampai saat ini belum ada orang yang dinyatakan positif mengidap COVID-19 di Kabupaten Jembrana, dan pihaknya berharap kabupaten ini tetap terhindar dari penularan dan penyebaran virus tersebut.

Pihaknya juga tidak menampik, enam orang yang masuk dalam ODP adalah kepala ke wilayahan atau kepala dusun dan sisanya masyarakat biasa. Selain 17 orang yang masuk dalam ODP, ia mengungkapkan, Satgas COVID 19 Kabupaten Jembrana memantau 253 orang kepala dusun dan 85 warga masyarakat biasa.

“Ratusan ini tidak masuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) atau Pasien Dalam Pengawasan (PDP), tapi mereka kami pantau yang tentu ada alasannya,” katanya, seperti dilansir dari antaranews.

Ia mengimbau masyarakat untuk tidak termakan informasi yang belum jelas, serta mengarahkan informasi ke Satgas COVID 19 yang di Kabupaten Jembrana membuka sekretariat di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Baca juga :  Petakan Kesiapan Protokol Kesehatan, KPU Bali Siapkan Simulasi di TPS

Senada dengan itu, Koordinator Satgas COVID 19 Jembrana I Gusti Agung Putu Arisantha mengatakan, ada perbedaan antara Pasien Dalam Pengawasan dengan orang yang dipantau saja oleh pihaknya.

“Untuk yang masuk PDP, ditemukan gejala klinis seperti demam dan batuk serta pernah bepergian ke daerah transmisi COVID 19, sedangkan orang dalam pemantauan, tidak menunjukkan gejala klinis tersebut, tapi ada riwayat bepergian ke daerah transmisi,” katanya.

Karena itu 253 kepala dusun yang pernah bepergian ke luar daerah beberapa waktu lalu, masuk dalam pemantauan pihaknya, bersama dengan 85 orang warga masyarakat lainnya. Menurutnya, perawatan maupun pemantauan sejak dini ini merupakan standar pencegahan penyebarluasan virus corona yang dilakukan tim medis.

Khusus untuk satu pasien yang dirawat dalam ruang isolasi, ia mengatakan, ditemukan penyakit lainnya yaitu demam berdarah, dan pihaknya akan mengambil contoh swab dari pasien ini untuk diperiksa lebih lanjut. (yes)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.